Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Pelajar Adu Banteng dengan Mobil Alphard Anggota DPRD hingga Terpelanting ke Udara dan Koma: Begini Kronologi dan Penyebabnya

Nyoman Suarna • Rabu, 15 Januari 2025 | 02:00 WIB
TERPELANTING: Dua pelajar tabrak mobil anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara akibat mengantuk hingga terpelanting ke udara.
TERPELANTING: Dua pelajar tabrak mobil anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara akibat mengantuk hingga terpelanting ke udara.

BALIEXPRESS.ID – Kecelakaan tragis melibatkan dua pelajar dan sebuah mobil Alphard milik Hj. Sulaeha Sanusi, anggota DPRD Sulawesi Tenggara, menjadi viral setelah rekaman kejadian diunggah di media sosial.

Insiden ini berlangsung Minggu (12/1) di Jalan Poros Kendari-Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, sekitar pukul 16.30 WITA.

Rekaman yang diunggah akun X @Bacottetangga_ dan Instagram @dashcam_owners_indonesia memperlihatkan detik-detik kecelakaan.

Dua pelajar, Muhammad Tsafiq Nabil dan temannya Fauzan Fathir Rahman, yang mengendarai motor Scoopy, terpelanting ke udara setelah bertabrakan langsung dengan mobil Toyota Alphard dari arah berlawanan.

Dilaporkan, motor Scoopy yang dikendarai kedua pelajar melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Unaaha menuju Kendari.

Keduanya diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan, sehingga motor mereka oleng ke jalur kanan.

Nahas, di saat bersamaan, mobil Alphard DT 3 AAA milik Hj. Sulaeha Sanusi, yang dikemudikan oleh suaminya Jie Weng Kui, melaju dari arah berlawanan. Tabrakan adu banteng pun tak terhindarkan.

Kedua pelajar terpelanting ke udara sebelum jatuh keras ke aspal.

Mereka mengalami luka serius hingga kondisi kritis dan koma.

Motor Scoopy hancur pada bagian depan, sementara Alphard mengalami kerusakan di bumper depan.

Berita ini langsung memancing reaksi publik di media sosial. Banyak warganet yang mengomentari insiden tersebut, menyoroti berbagai aspek, mulai dari kelalaian hingga masalah transportasi.

“Kasus begini, biasanya pihak mobil yang bakal repot dan keluar uang banyak, untungnya ada dashcam. Jarang banget pengendara motor mengganti kerugian mobil,” tulis akun @byn_.

Akun lain, @gulakopi, menambahkan, “Salah pemerintah kota, nggak kasih transportasi memadai ke sekolah. Orang tua juga salah, anak sekolah belum boleh bawa motor sendiri.”

Hingga berita ini dibuat, kedua pelajar tersebut masih dalam kondisi koma dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan ini.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab saat berkendara, terutama bagi pelajar dan pengendara pemula.

Jangan lupa, keselamatan selalu menjadi prioritas utama. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#DPRD #terpelanting #alphard #pelajar #anggota #mobil #koma #adu banteng