BALIEXPRESS.ID - Bentrokan berdarah antara dua organisasi masyarakat (ormas), Pemuda Pancasila (PP) dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, meletus di Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (14/1) sore.
Insiden ini mengakibatkan 12 orang terluka dan 19 orang diamankan oleh pihak kepolisian.
Bentrokan bermula ketika sebuah minibus loreng milik PP dan tiga pengendara motor yang juga anggota PP berhenti di traffic light perempatan Karangjati, Blora.
Tiba-tiba, sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam, yang diduga anggota GRIB, turun dari kendaraan dan langsung menyerang anggota PP yang sedang berhenti.
Menurut Sigit, Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Karangjati, beberapa anggota PP berlarian berusaha menyelamatkan diri dari amukan massa GRIB.
Namun naas, mereka yang tertangkap dipukuli dengan batu hingga berdarah. Kendaraan milik anggota PP juga dirusak.
"Tidak ada yang meninggal, tetapi banyak yang terluka, terutama di bagian wajah," ungkap Sigit.
Setelah menganiaya dan merusak kendaraan, kelompok GRIB melanjutkan perjalanan ke utara.
Namun sebelum itu, salah satu anggota GRIB mengancam anggota PP untuk melepas atribut ormas mereka.
Insiden serupa juga terjadi di Desa Klokah, Kecamatan Kunduran, Blora, tepatnya di Jalan Raya Ngawen Kunduran.
Namun, kali ini, anggota GRIB yang menjadi sasaran pemukulan oleh anggota PP.
Video amatir yang beredar menunjukkan beberapa anggota GRIB terluka parah, dengan beberapa di antaranya berdarah-darah.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan 19 orang terkait bentrokan antar ormas ini.
Di Kecamatan Kunduran, empat anggota GRIB terluka, sementara di Kelurahan Karangjati, delapan anggota PP terluka.
Kapolres menjelaskan bahwa bentrokan ini merupakan akumulasi dari kejadian-kejadian sebelumnya antara sesama internal ormas.
Namun, beruntung, situasi di Blora kini sudah aman dan kondusif setelah pihak kepolisian mengambil tindakan tegas.
Insiden ini mengingatkan akan ketegangan yang sering terjadi antar ormas, yang kali ini berujung pada kerusuhan besar di tengah masyarakat.
Polisi masih terus menyelidiki penyebab pasti dan upaya penanganan lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (*)
Editor : Nyoman Suarna