BALIEXPRESS.ID – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Kota Batu pada Senin, 15 Januari 2025, yang merenggut nyawa seorang tukang ojek.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, sekitar pukul 09.30 WIB.
Paidi, seorang pria berusia 66 tahun, harus meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya terlindas bus pariwisata yang melintas di persimpangan jalan.
Kecelakaan itu bermula saat Paidi mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol N 3187 KN, melintas bersama bus pariwisata bernopol B 7489 XA.
Kedua kendaraan ini berbelok ke kiri dan memasuki Jalan Dewi Sartika.
Namun naas, Paidi berada tepat di depan bus yang tak terhindarkan.
Diduga akibat kelalaian pengemudi bus, Sugiarto (46), kendaraan besar tersebut tidak memperhatikan keberadaan sepeda motor yang melaju di depannya.
"Korban terjatuh dan masuk ke kolong bus setelah dilindas. Kondisi tubuhnya mengalami luka parah di bagian perut dan meninggal di tempat," jelas AKP Kevin Ibrahim, Kasat Lantas Polres Batu.
Menurut keterangan warga sekitar, Paidi dikenal sebagai tukang ojek yang sering menjemput penumpang di Desa Beji.
Yasmat, salah satu tetangganya, mengenang korban sebagai sosok yang baik hati dan rajin.
"Biasanya dia ojek di Desa Beji. Orangnya baik, sering membantu warga," ujar Yasmat dengan suara penuh kesedihan.
Baca Juga: Fenomena Pemburuan Koin Jagat di Lapangan Renon, Fasilitas Umum Jadi Sorotan
Pada saat kecelakaan, bus pariwisata yang menggilas korban diketahui sedang membawa penumpang, yang semuanya dalam kondisi selamat setelah kejadian. Bus tersebut berasal dari wilayah Jember.
Jenazah Paidi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu sekitar pukul 10.30 WIB.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban mengalami kerusakan parah pada beberapa bagian tubuh, terutama pada perut, dada, lengan kanan, dan paha akibat terhimpit bus.
Darah sempat keluar dari mulut korban akibat luka parah yang diderita.
Pihak Jasa Raharja pun memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian atas kejadian ini.
Jenazah Paidi dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 13.30 WIB untuk diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.
Kecelakaan ini mengingatkan kita tentang pentingnya kewaspadaan di jalan raya, terutama di persimpangan yang sering menjadi lokasi rawan kecelakaan.
Kehilangan Paidi adalah tragedi yang menyentuh hati banyak orang, dan semoga menjadi pengingat bagi setiap pengemudi untuk selalu mengutamakan keselamatan.
Keluarga dan kerabat Paidi kini harus menerima kenyataan pahit, dan semoga mereka diberikan kekuatan untuk menghadapi kehilangan yang sangat mendalam ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna