BALIEXPRESS.ID – Kasus pencurian sepeda motor dengan modus baru kembali terjadi.
Kali ini tertjadi di Jalan Raya Porong, Sidoarjo, tepat di depan area Lumpur Lapindo.
Seorang pria asal Kabupaten Blitar, Arif Rahman (28), kehilangan motor Honda Beat hitam dengan nomor polisi AG 2522 PC usai menjadi korban aksi kriminal pada Rabu malam (15/1).
Arif mengungkapkan kronologi kejadian yang menimpanya.
Saat itu, ia sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Sidoarjo sekitar pukul 21.00.
“Biasanya saya pulang bareng istri tengah malam. Tapi kali ini kebetulan pulang sendiri,” ungkapnya, Jumat (17/1).
Arif mengaku tidak menyadari bahwa dirinya sudah diikuti dua pelaku sejak awal perjalanan.
Saat melintasi Jalan Raya Porong, salah satu pelaku tiba-tiba menepuk pundaknya dengan keras dari belakang.
“Pas di depan tanggul Lumpur Lapindo, ada yang menepuk pundak saya dengan sangat keras. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. Ketika sadar, saya sudah berada di pinggir jalan, dan motor saya sudah hilang,” tuturnya.
Modus tepuk pundak ini diduga membuat korban kehilangan kesadaran sesaat.
Saat Arif tersadar, motor beserta barang-barang berharganya telah dibawa kabur.
Pelaku berhasil membawa kabur motor Arif beserta dompet yang berisi uang tunai Rp 700 ribu, tiga kartu ATM BCA, KTP, serta STNK motor. “Yang tersisa hanya tas berisi pakaian dan helm,” tambahnya.
Usai kejadian, Arif yang masih trauma melanjutkan perjalanan pulang ke Blitar menggunakan bus. “Sampai sekarang saya masih shock akibat kejadian ini,” ungkapnya.
Kapolsek Porong, Kompol Hery Setyo Susanto, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait insiden ini.
Namun, kepolisian akan segera berkoordinasi untuk menyelidiki dugaan modus gendam dalam kasus tersebut.
“Belum ada laporan masuk. Kami masih melakukan koordinasi untuk mendalami kejadian ini,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat berkendara sendirian di malam hari.
Modus tepuk pundak yang diduga melibatkan unsur gendam membuat korban tidak sadar, sehingga pelaku dengan mudah melancarkan aksinya.
Polisi mengimbau warga untuk segera melapor jika mengalami kejadian serupa dan menghindari perjalanan sendirian di lokasi sepi atau rawan kriminalitas. (*)