BALIEXPRESS.ID - Rombongan diduga perguruan silat kembali berulah. Saat konvoi, mereka diduga membacok seorang pria dengan senjata tajam di Jalan Raya Buduran pada Minggu (19/1) dini hari.
Insiden itu menambah deretan kasus kekerasan yang melibatkan massa perguruan silat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, tepatnya di depan sebuah warung kopi sebelum Jembatan Layang Jenggolo, Buduran.
Korban, Dika Ahmad Maulana (24), warga Kecamatan Kencong, Jember, mengalami luka bacok di punggung hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Menurut kesaksian warga, rombongan berpakaian serba hitam itu melaju dari arah utara menuju selatan.
Mereka berboncengan dengan motor, lalu berhenti di depan warkop.
“Tiba-tiba rombongan itu menyerang korban dengan brutal menggunakan senjata tajam,” ujar Putu, seorang saksi mata.
Korban sempat berjalan sempoyongan dengan luka parah, meminta pertolongan kepada pengunjung warkop.
Penjaga warkop, Sendi, mengungkap bahwa sebelum kejadian, korban dan dua temannya sedang nongkrong sejak pukul 23.00.
Namun, setelah membeli tahu tek di dekat lokasi, korban justru menjadi target pengeroyokan.
“Tiba-tiba korban datang dengan kondisi terluka parah. Dia dibacok di punggung dan kepala dengan parang,” tutur Sendi.
Kapolsek Buduran, Kompol Subadri, membenarkan insiden tersebut dan memastikan penyelidikan tengah berlangsung.
"Kami masih mendalami motifnya, termasuk dugaan keterlibatan perguruan silat dalam kasus ini,” jelasnya.
Informasi sementara menyebutkan bahwa korban sempat diminta melepaskan kaos beratribut perguruan silat tertentu oleh rombongan pelaku.
Ketika korban menolak, ia langsung dikeroyok hingga terluka parah.
Korban kini dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo. Kepala IGD RSUD, dr. Ivan Setyawan, mengatakan korban mengalami luka serius di punggung dan direncanakan menjalani operasi.
“Saat ini kondisi pasien sadar, tapi membutuhkan tindakan operasi segera,” ujar dr. Ivan.
Aksi kekerasan ini menambah keresahan warga Sidoarjo terhadap konvoi perguruan silat yang sering berujung anarkis.
Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan mencegah insiden serupa terulang. (*)
Editor : Nyoman Suarna