BALIEXPRESS.ID - Probolinggo kembali diguncang peristiwa mencekam. Di tengah heningnya malam, Sabtu dini hari (25/1), warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, dikejutkan oleh suara ledakan keras di jalan desa setempat.
Suara tersebut memecah keheningan sekitar pukul 02.30, diikuti teriakan minta tolong yang membuat warga berhamburan keluar rumah.
Ketika warga tiba di lokasi, mereka mendapati seorang remaja tergeletak bersimbah darah.
Remaja tersebut diketahui bernama Irfan Widarto (19), warga Dusun Kalicangka.
Tubuhnya penuh luka yang diduga akibat ledakan bom ikan atau bondet. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Irfan tak tertolong.
Kesaksian Warga: Ledakan Menggetarkan Desa
Usman Mahrus (52), warga sekitar, mengaku terbangun oleh suara ledakan keras yang terdengar dari arah depan tokonya.
“Saya kaget, langsung keluar rumah. Tapi waktu itu saya tidak melihat apa-apa, jadi saya masuk lagi. Lalu, terdengar suara orang minta tolong,” ungkapnya.
Ketika kembali ke luar, Usman mendapati Irfan sudah tergeletak di tengah jalan dalam kondisi mengenaskan.
“Korban masih hidup saat itu dan terus meminta pertolongan,” tambahnya.
Samsul Arifin, Kepala Dusun Bendungan, juga mengaku mendengar ledakan tersebut meskipun jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi.
“Saya pikir itu suara maling yang beraksi. Tapi ketika kami mendatangi lokasi, korban sudah tergeletak di jalan, bersimbah darah,” ujarnya.
Dugaan Bom Ikan: Kecelakaan atau Kesengajaan?
Warga menduga ledakan tersebut berasal dari bom ikan yang dibawa korban. Samsul menduga bahwa insiden ini mungkin terjadi akibat korban yang terjatuh dari motor.
“Kalau bomnya meledak saat di atas motor, temannya pasti juga terkena. Tapi korban sempat mengatakan bahwa dia berboncengan dengan temannya, yang kabur entah ke mana,” jelasnya.
Namun, hingga saat ini, belum ada saksi mata yang benar-benar mengetahui bagaimana ledakan itu terjadi.
Minimnya penerangan dan tidak adanya CCTV di lokasi semakin memperkeruh teka-teki insiden ini.
Korban Luka Parah, Jari Kelingking Hilang
Koordinator kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh, Nur Wasis, menjelaskan bahwa korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk dada, tangan, dan paha kiri.
“Jari kelingking korban sebelah kiri juga hilang,” ungkapnya.
Korban sempat dirawat di IGD RSUD dr. Mohammad Saleh sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Jenazahnya kini masih berada di kamar jenazah untuk keperluan visum lebih lanjut.
Penyelidikan Berlanjut
Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki insiden ini. Dugaan kuat mengarah pada ledakan bondet yang tidak sengaja meledak saat korban terjatuh dari motor.
Namun, keberadaan teman korban yang melarikan diri menimbulkan berbagai spekulasi.
Peristiwa ini menyisakan banyak pertanyaan bagi warga Desa Mentor. Apakah ledakan ini murni kecelakaan, atau ada motif lain di baliknya?
Pihak berwenang diharapkan segera mengungkap fakta di balik tragedi yang merenggut nyawa remaja ini. ***
Editor : I Putu Suyatra