BALIEXPRESS.ID - Kasus pembunuhan menggemparkan terjadi di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Seorang anak, AM (17), nekat menghabisi nyawa ayahnya sendiri dengan cara yang sangat brutal, memenggal kepala korban dan membuangnya di depan rumah warga.
Peristiwa ini sontak membuat geger warga sekitar, bahkan beberapa saksi yang melihat kejadian ini mengaku masih trauma.
Kejadian Mengerikan di Malam Gerimis
Kejadian nahas ini berlangsung pada Jumat (26/1) malam sekitar pukul 23.50 WIB, saat suasana gerimis dan jalanan sepi.
Korban, pemilik toko bangunan yang dikenal warga, dibunuh di depan rumahnya sendiri dengan parang oleh anaknya.
Salah satu saksi, Edy Siswanto (56), yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, mengaku mendengar teriakan minta tolong sebelum akhirnya melihat pelaku melakukan aksi kejinya dari balik gorden rumah.
“Saya pikir yang dipukul itu orang gila, ternyata pembunuhan. Saat itu saya melihat pelaku membacok leher korban berkali-kali sambil duduk,” tutur Edy.
Ia mengaku tidak berani keluar rumah karena pelaku membawa parang dan terlihat sangat kalap.
Kepala Korban Ditemukan Terpisah
Menurut Edy, tubuh korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan, sementara kepala korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi tubuhnya.
Kejadian ini baru diketahui warga lainnya saat Subuh, setelah Edy melaksanakan salat.
Saksi lain, Mistur (57), menceritakan momen mengerikan saat pelaku membawa kepala korban sambil mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian.
“Dia bahkan melempar kepala bapaknya di halaman rumah Purwanto dan sempat berusaha menyerang warga dengan parang,” ungkap Mistur.
Motif Pelaku: Permintaan Sepeda Motor Ditolak?
Pelaku diduga memiliki gangguan mental dan pernah dibawa ke pengobatan alternatif.
Salah satu tetangga menyebut, pelaku marah karena permintaannya untuk dibelikan sepeda motor RX King ditolak oleh korban, yang justru membelikannya motor lain.
“Sehari-harinya dia kelihatan baik, sering bantu di toko bangunan bapaknya. Tapi anak ini memang pernah menunjukkan tanda-tanda kurang sehat,” kata Mistur.
Polisi Gerak Cepat Menangkap Pelaku
Polisi dari Polsek Puger yang tiba di lokasi langsung menangkap AM.
Kapolsek Puger AKP Fathur Rachman mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi mata yang menyaksikan aksi keji tersebut.
“Tersangka langsung kami amankan setelah menerima laporan warga. Parang yang digunakan untuk membunuh juga sudah kami sita sebagai barang bukti,” ujar Fathur.
Setelah penangkapan, AM dibawa ke IGD RSD Balung untuk mendapatkan pemeriksaan medis, sebelum akhirnya dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember untuk penanganan lebih lanjut.
Kemarahan Warga dan Trauma Mendalam
Kasus ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga membuat warga sekitar merasa syok.
Beberapa saksi mengaku sulit melupakan kejadian tersebut, terutama karena aksi sadis itu terjadi di depan mata mereka.
Hingga kini, kasus ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian untuk memastikan motif pelaku yang sebenarnya.
Aksi kejam ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya perhatian pada kesehatan mental dalam keluarga. ***
Editor : I Putu Suyatra