BALIEXPRESS.ID – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan AR (19) terhadap ayah kandungnya di Puger, Jember, masih menyisakan teka-teki.
Hingga kini, polisi belum berhasil mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.
Bahkan, pihak kepolisian mulai mencurigai kondisi kejiwaan AR dan berencana melakukan pemeriksaan psikiatri setelah kondisinya stabil.
Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menegaskan, pihaknya masih mendalami berbagai dugaan yang berkembang, termasuk klaim bahwa AR merasa diteror hacker sebelum kejadian.
"Kami masih dalami informasi itu karena sumbernya dari pihak keluarga. Kami harus memastikan kebenarannya," ujar Bayu kepada Radar Jember, Selasa (28/1).
Selain mendalami motif, polisi juga mempertimbangkan untuk membawa AR ke psikiater guna memeriksa kondisi mentalnya.
"Setelah pelaku dinyatakan sehat, kami akan lakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaannya," tambah Bayu.
Keputusan ini diambil karena perilaku AR yang tidak wajar setelah kejadian.
Ia kerap mengumandangkan adzan dan iqomah setiap kali diajak bicara, serta menunjukkan ekspresi wajah yang tiba-tiba berubah drastis saat ditanya soal malam kejadian.
Seperti diketahui, insiden mengerikan ini terjadi pada Senin (27/1) pukul 00.30 WIB di Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.
AR tega menghabisi nyawa ayahnya, Zaini Arifin (60), dengan sebilah parang.
Warga berusaha melerai keributan tersebut, tetapi semuanya sudah terlambat.
Saat ditemukan, tubuh korban tergeletak di jalan dengan kepala terpisah sekitar 50 meter dari badannya.
Usai membunuh ayahnya, AR masih mengamuk dan bahkan melukai seorang warga yang mencoba menenangkannya.
Tak hanya itu, ia juga berupaya mengakhiri hidup dengan menggorok lehernya sendiri.
Beruntung, polisi dan warga segera membekuknya sebelum nyawanya melayang.
Saat ini, AR masih menjalani perawatan di RSD dr Soebandi Jember dengan pengawasan ketat dari polisi.
Setelah kondisinya membaik, ia akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan tragis ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna