BALIEXPRESS.ID – AM (18), remaja asal Kecamatan Puger yang tega memenggal kepala ayah kandungnya, masih menjalani perawatan intensif di RSD dr. Soebandi Jember.
Hingga kini, polisi belum menetapkannya sebagai tersangka lantaran kondisinya yang belum memungkinkan untuk diperiksa.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa AM telah menjalani operasi di bagian leher, Rabu petang (29/1).
Meski kondisinya berangsur membaik, ia masih belum sepenuhnya sadar dan belum bisa bicara akibat luka di saluran pernapasannya.
Kapolsek Puger, AKP Fatchur Rahman, mengungkapkan bahwa tim medis terus memantau perkembangan kondisi AM pascaoperasi.
"Tadi saya cek langsung ke rumah sakit, kondisinya mulai membaik, tetapi belum stabil. Ia masih belum sadar sepenuhnya dan belum bisa bicara setelah operasi," ujarnya, Kamis (30/1).
Karena belum pulih, polisi belum bisa meminta keterangan AM mengenai motif pembunuhan sadis tersebut.
"Kami masih menunggu pemulihannya sebelum bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambah Fatchur.
Meskipun masih dalam perawatan, pengamanan terhadap AM tetap diperketat.
Polisi memborgolnya dan menempatkan dua petugas untuk berjaga di rumah sakit guna mencegah kemungkinan pelarian.
"Pengamanan kami lakukan sesuai SOP, karena AM merupakan calon tersangka," tegasnya.
Sementara itu, penyelidikan terus berlanjut. Polisi telah mengumpulkan keterangan dari keluarga dan menyita ponsel milik AM sebagai barang bukti.
Namun, upaya membuka isi ponsel tersebut masih terkendala karena dalam keadaan terkunci.
Dalam waktu dekat, jika kondisinya memungkinkan, AM akan menjalani pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan kondisi mentalnya.
"Kami akan melakukan pemeriksaan psikologis terlebih dahulu setelah dokter menyatakan kondisinya stabil," tutup Fatchur.
Kasus ini terus menjadi sorotan, mengingat kekejaman aksi yang dilakukan AM.
Publik pun menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap latar belakang di balik peristiwa tragis ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna