Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antre Gas LPG 3 Kg Berujung Duka, Lansia Meninggal Dunia Diduga Kelelahan

I Made Mertawan • Selasa, 4 Februari 2025 | 15:13 WIB
Elpiji 3 kg di Kabupaten Tabanan, Bali mulai langka.
Elpiji 3 kg di Kabupaten Tabanan, Bali mulai langka.

BALIEXPRESS.ID- Nasib tragis dialami seorang wanita lansia bernama Yonih,62. Ia meninggal dunia usai mengantre untuk membeli gas LPG 3 kg.

Yonih membeli gal LPG 3 kg di sebuah pangkalan gas Jalan Beringin I RT 01/07, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (3/2/2025).

Yonih meninggal diduga kelelahan usai antre panjang dan perjalanan bolak-balik untuk membeli gas LPG 3 kg.

Adik kandung Yonih, Rohaya, menceritakan bahwa kakaknya sudah dua kali mengantre di pangkalan gas tersebut.

Pada kunjungan pertama, Yonih disuruh pulang karena tidak membawa KTP, yang menjadi syarat pembelian gas.

"Pagi ketemu saya di depan, saya tanya mau kemana, dia bilang mau ngantre gas, bawa tabung gas dua masih kosong, tapi disuruh pulang lagi suruh pake KTP. Udah habis itu saya pulang bayar sayur, dia berangkat lagi," cerita Rohaya.

Yonih berangkat lagi sekitar pukul 11.00 WIB untuk mengantre membeli gas melon. Setelah menunggu sekitar satu jam, ia akhirnya mendapatkannya.

Namun, setelah itu tubuhnya tiba-tiba lemas. Tetangga pun menyuruhnya beristirahat dulu sebelum pulang.

Tak lama kemudian, menantu Yonih datang menjemputnya. Setiba di rumah, Yonih langsung pingsan.

"Menantunya datang menjemput, dan sampai rumah langsung pingsan setelah membawa tabung gas," ujar Rohaya.

Yonih kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak tertolong.

"Dia ngomong Allahuakbar, allahuakbar, saya ajak ngomong udah kaga nyaut. Saya minumin aja sudah tidak mau. Langsung dibawa ke rumah sakit Permata, sampai disana sudah tidak ada, sudah meninggal," jelas Rohaya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#lpg 3 kg #gas langka #tangerang selatan