BALIEXPRESS.ID – Serangan tawon Vespa affinis atau yang dikenal sebagai tawon endas kembali memakan korban.
Kali ini, Sumarni (56), warga Desa Poncol, Kecamatan Sine, Ngawi, meninggal dunia setelah diserang kawanan serangga beracun tersebut saat mencari rumput di kebun pada Rabu (5/2/2025).
Dimas Kurniawan, seorang warga setempat, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah ladang yang dipenuhi rumpun bambu dan pepohonan.
Ketika mendekati lokasi, ia melihat Sumarni bersama dua perempuan lain tengah diserang kawanan tawon.
"Korban terkena banyak sengatan, terutama di bagian tangan dan kepala," ujar Dimas.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa Sumarni ke klinik di Sine untuk mendapatkan pertolongan.
Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hastuti di Sragen, Jawa Tengah.
Sayangnya, nyawanya tak tertolong, dan ia menghembuskan napas terakhir pada Kamis (6/2/2025) pukul 03.00 WIB.
Kabar duka ini mengguncang keluarga korban, terutama sang suami, Puryadi (60), serta kedua anaknya.
Sang putri, Ira Widayanti, mengungkapkan kesedihannya atas kejadian tragis yang menimpa ibunya.
"Tawon menyerang kepala ibu saya," katanya lirih.
Peristiwa ini menimbulkan ketakutan di kalangan warga sekitar.
Hingga kini, keberadaan sarang tawon Vespa affinis yang menyebabkan insiden tersebut belum ditemukan.
Bahkan, aparat kepolisian yang berencana mendatangi lokasi sempat mengurungkan niat.
Suyatno, salah seorang warga, mengungkapkan kekhawatiran serupa.
Ia berharap sarang tawon segera ditemukan dan dimusnahkan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan bersama-sama mencari sarangnya dan memusnahkannya," ujarnya.
Serangan tawon Vespa affinis memang bukan pertama kali terjadi di wilayah ini.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar ladang dan kebun. (*)
Editor : Nyoman Suarna