Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Evakuasi Warga Mengamuk, Anggota TNI-Polri Disabet Samurai: Kejadiannya Sangat Mencekam

Nyoman Suarna • Rabu, 19 Februari 2025 | 00:57 WIB
DIRAWAT: Aparat yang terluka saat evakuasi warga mengamuk mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit
DIRAWAT: Aparat yang terluka saat evakuasi warga mengamuk mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit

BALIEXPRESS.ID – Insiden mencekam terjadi di Dukuh Pondok, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen, Senin (17/2/2025) sore.

Seorang warga mengamuk sambil membawa pedang samurai, melukai dua aparat yang tengah berupaya menenangkannya.

Korban dalam kejadian ini adalah seorang anggota TNI dan seorang anggota Polri.

Mereka mengalami luka akibat sabetan senjata tajam saat mencoba mengamankan pelaku.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 ketika perangkat desa melaporkan bahwa seorang pria bernama Parman alias Kecek mengamuk dengan membawa samurai.

Laporan ini segera ditindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat yang langsung berkoordinasi dengan tim evakuasi dari RSJD Surakarta.

Namun, negosiasi awal tidak membuahkan hasil. Pelaku justru semakin agresif dan mengunci diri di dalam rumah.

Situasi semakin tegang hingga sekitar pukul 17.10, petugas dari Polsek Sragen Kota diterjunkan untuk memperkuat upaya evakuasi.

Ketika petugas berhasil membuka pintu dan mencoba menenangkan Parman, tiba-tiba pelaku mengayunkan samurainya secara membabi buta.

Serangan mendadak itu mengenai dua aparat yang berada di dekatnya.

Serangan ini mengakibatkan luka serius pada dua petugas yang bertugas.

Aiptu Widyatmoko (Ka SPK 3 Polsek Sragen Kota) mengalami retak tulang pada ibu jari kanan serta luka sepanjang 3 cm akibat sabetan samurai.

Sementara Serma Eko Siswanto (Babinsa) mengalami luka robek di sela ibu jari dan telunjuk kiri hingga harus mendapatkan dua jahitan.

Meski menghadapi perlawanan sengit, petugas akhirnya berhasil mengamankan Parman sekitar pukul 17.55. Pelaku langsung dievakuasi ke RSJD Surakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, kedua aparat yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Rizky Amalia.

Rencananya, Aiptu Widyatmoko akan menjalani operasi di RS Mardi Lestari Sragen guna menangani cederanya.

Kapolsek Sragen Kota AKP Ari Pujiantoro memberikan apresiasi terhadap kesigapan tim dalam menangani insiden ini meskipun ada korban di pihak petugas.

“Kami memastikan bahwa penanganan dilakukan secara maksimal, baik terhadap pelaku yang membutuhkan perawatan di RSJ maupun terhadap anggota yang terluka dalam tugas,” ujar AKP Ari.

Kejadian ini menjadi peringatan bahwa petugas di lapangan kerap menghadapi risiko besar saat menjalankan tugas.

Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan kejadian serupa di lingkungan sekitar. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#polri #tni #samurai #warga #anggota #mengamuk