BALIEXPRESS.ID - Semarang digemparkan oleh tragedi mengerikan yang terjadi di Gunungsari Jomblang. Seorang ibu bernama Salamah ditemukan tewas bersimbah darah di depan rumahnya pada Selasa (18/2/2025) sekitar pukul 23.15.
Yang lebih mengejutkan, pelaku utama dalam kasus ini diduga kuat adalah anak kandungnya sendiri, IG (37).
Teriakan Minta Tolong yang Mengejutkan Warga
Saksi mata yang juga merupakan tetangga korban, S, mengaku mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam rumah Salamah.
Saat keluar untuk mencari tahu, ia dikejutkan oleh pemandangan mengerikan—Salamah tergeletak di depan rumahnya dalam kondisi penuh luka.
Tanpa pikir panjang, S langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.
Beberapa orang yang datang segera membawa korban ke Rumah Sakit Romani Semarang. Namun sayang, nyawa Salamah tak bisa diselamatkan.
Ia menghembuskan napas terakhir tak lama setelah mendapatkan perawatan akibat luka serius yang diduga berasal dari senjata tajam.
Motif Ekonomi? Polisi Buru Pelaku yang Masih Berkeliaran
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan kejadian ini.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pembunuhan.
Dari informasi yang beredar, IG disebut sering meminta uang kepada ibunya.
Ketika keinginannya tak dipenuhi, ia diduga kerap melakukan kekerasan terhadap korban.
Hal ini memunculkan dugaan awal bahwa motif pembunuhan ini berkaitan dengan faktor ekonomi.
Kapolsek Candisari, Iptu Rudi Izam, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih memburu pelaku yang hingga kini belum ditemukan.
“Anggota kami masih melakukan pencarian intensif terhadap pelaku. Kami juga telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polrestabes Semarang untuk mempercepat proses penangkapan,” ujarnya.
Darah Berceceran, Luka di Sejumlah Bagian Tubuh
Tim Inafis Polrestabes Semarang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil penyelidikan awal, ditemukan banyak ceceran darah di lokasi kejadian.
Korban mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam, termasuk di lengan, pergelangan tangan, dan dada.
Saat ini, jenazah Salamah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi guna mengungkap lebih dalam penyebab kematiannya.
Pihak kepolisian berjanji akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas dan menangkap pelaku secepatnya.
Tragedi ini pun meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar, yang tak menyangka bahwa seorang ibu bisa meregang nyawa dengan cara yang begitu tragis di tangan anaknya sendiri. ***
Editor : I Putu Suyatra