Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Polisi Buru Residivis yang Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas, Motif Masih Misterius

Putu Mita Damayanti • Jumat, 21 Februari 2025 | 04:09 WIB
Wajah Imam Ghozali Penganiaya Ibu Kandung
Wajah Imam Ghozali Penganiaya Ibu Kandung

BALIEXPRESS.ID - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Semarang masih memburu Imam Ghozali (37), pria yang tega menganiaya ibu kandungnya, Salamah (59), hingga tewas di rumah mereka di daerah Gunungsari, Jombang, Kecamatan Candisari, Semarang, Selasa (18/2/2025) malam.

Pelaku yang diketahui merupakan residivis dalam kasus pencurian ini melarikan diri usai melakukan aksi brutalnya.

Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran dan mendalami motif di balik pembunuhan tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 23.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya, termasuk lengan, pergelangan tangan, dan dada akibat senjata tajam.

Darah berceceran dari dalam kamar hingga teras rumah, tempat korban ditemukan dalam kondisi kritis.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Roemani, tetapi nyawanya tidak tertolong," ujar AKBP Andika Dharma Sena, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kamis (20/2/2025).

Pengejaran dan Penyelidikan

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.

"Motif masih dalam pendalaman, kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk keluarga korban," kata AKBP Andika.

Kapolsek Candisari, Iptu Rudi Izam, menambahkan bahwa pelaku sebelumnya pernah terlibat kasus pencurian di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, dan menjalani hukuman penjara selama tiga bulan.

Namun, kepolisian belum bisa memastikan apakah pelaku sudah meninggalkan Kota Semarang atau masih bersembunyi di sekitar wilayah tersebut.

"Dia tidak membawa barang apa pun, termasuk ponsel, sehingga kami melakukan penyelidikan secara manual," jelasnya.

Polisi berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku segera melapor agar bisa segera diamankan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap motif serta latar belakang kekerasan yang berujung maut ini. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #semarang #anak bunuh ibu