Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Tragis! Remaja Hilang di Sungai, Ditemukan Tak Bernyawa: Kakek Sempat Dengar Suara Jatuh

Putu Mita Damayanti • Minggu, 23 Februari 2025 | 02:43 WIB

Petugas evakuasi jenazah korban di Sungai Jagir Surabaya. (IST)
Petugas evakuasi jenazah korban di Sungai Jagir Surabaya. (IST)

BALIEXPRESS.ID - Surabaya digemparkan oleh insiden memilukan yang menimpa seorang remaja perempuan bernama Reina (15).

Ia dilaporkan hilang setelah tercebur ke Sungai Jagir, Jalan Medokan Semampir Indah, Sukolilo, Surabaya, pada Jumat siang (21/2).

Kejadian ini bermula saat Reina tengah menjemur pakaian di belakang rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai.

Menurut keterangan keluarga, Reina sering membantu pekerjaan rumah tangga, termasuk menjemur pakaian di area belakang rumah yang berbatasan langsung dengan sungai.

Sayangnya, saat melakukan aktivitas tersebut, ia diduga terpeleset dan terjatuh ke aliran sungai yang cukup deras.

Kakek Reina mengaku sempat mendengar suara benda jatuh ke air, namun saat memeriksa, ia tak lagi menemukan cucunya di sekitar lokasi.

Panik, keluarga segera melapor ke layanan darurat 112.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kota Surabaya, dan relawan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Penyisiran dilakukan hingga malam hari, menggunakan perahu karet dan alat penerangan khusus untuk mempermudah pencarian di aliran sungai yang keruh.

Sabtu pagi (22/2) pukul 08.45 WIB, setelah pencarian intensif selama lebih dari 18 jam, jasad Reina akhirnya ditemukan di dasar sungai pada kedalaman sekitar tiga meter, berjarak sekitar 500 meter dari titik awal ia dilaporkan jatuh.

Proses evakuasi tidak mudah, mengingat arus sungai yang kuat dan kondisi medan yang cukup berbahaya.

Komandan Tim SAR Gabungan, Andy Pamudji, mengungkapkan bahwa tubuh korban berhasil diangkat oleh penyelam dari Basarnas dan BPBD Kota Surabaya setelah beberapa kali penyelaman.

"Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk menjalani visum guna memastikan penyebab pasti kematiannya, apakah murni tenggelam atau ada faktor lain yang turut memengaruhi," ungkapnya.

Tragedi ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Tetangga mengenang Reina sebagai gadis yang ceria dan ringan tangan dalam membantu siapa saja.

Prosesi pemakaman dilakukan dengan penuh haru pada Minggu pagi (23/2) di pemakaman umum setempat, dihadiri oleh kerabat, teman sekolah, dan warga yang turut berbela sungkawa.

Kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang tinggal di dekat sungai.

Langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan pagar pengaman, pencahayaan tambahan, atau jalur alternatif yang lebih aman bisa menjadi upaya penting untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi cobaan ini. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#hilang #remaja #sungai #surabaya