Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Preman Kampung Tewas Diamuk Massa, Titipkan Anak Berusia 2 Tahun sebelum Kejadian Tragis

I Made Mertawan • Minggu, 23 Februari 2025 | 15:16 WIB
Personel Polres Sukabumi mengevakuasi jasad preman kampung, Samson yang tewas dihakimi massa di Sukabumi, Jumat (21/2/2025).
Personel Polres Sukabumi mengevakuasi jasad preman kampung, Samson yang tewas dihakimi massa di Sukabumi, Jumat (21/2/2025).

BALIEXPRESS.ID - Seherlan alias Samson,33, seorang pria yang dikenal sebagai preman kampung di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tewas diamuk massa pada Jumat (21/2/2025).

Sebelum kejadian tragis itu, Samson sempat menitipkan anak perempuannya yang baru berusia dua tahun kepada bibinya, Erna Purnamasari,43, warga Kampung Lambau Selagedang.

"Sehari sebelum kejadian, Samson datang ke sini membawa anak semata wayangnya dan tidak menunjukkan perilaku yang aneh," ujar Erna, yang tinggal di bangunan bekas Observasi Bulan di Kampung Lambau Selagedang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sabtu (22/2/2025).

Tak hanya menitipkan anaknya, Samson kala itu juga sempat meminta dirinya untuk memasak ikan kesukaannya.

Selama berbincang, Samson tiba-tiba menitipkan anaknya dan berpesan agar Erna mengurusnya dengan baik.

Bahkan, pria yang kerap berbuat onar ini sempat mengatakan bahwa itu adalah permintaan terakhirnya.  Samson mengatakan tidak akan kembali lagi.

Erna awalnya menganggap ucapan tersebut sebagai hal biasa dan tidak memiliki firasat buruk.

Diketahui, anak perempuan Samson adalah buah hatinya dari pernikahan yang berakhir dengan perceraian.

Meski dikenal sering membuat onar, Samson sangat menyayangi putrinya dan selalu berusaha memenuhi kebutuhannya, meskipun di luar rumah dikenal kerap membuat onar.

Ia sering bekerja di laut membantu nelayan demi membeli susu dan makanan untuk anaknya.

Pada Jumat petang, Samson meminta izin kepada Erna untuk pergi ke masjid di Kampung Cihurang, Desa Cidadap.

Saat itu, Erna mewanti-wanti agar Samson tidak berbuat onar dan menjalankan salat dengan baik.

Samson sebenarnya baru saja pulang dari rumah sakit setelah beberapa hari menjalani perawatan.

Namun, tak lama setelah itu, suami Erna memberi kabar mengejutkan bahwa Samson telah meninggal akibat diamuk massa.

Erna yang memiliki riwayat lemah jantung hanya bisa menangis dan tidak sanggup datang ke RSUD Palabuhanratu tempat jenazah dititipkan.

Ia mengingat kembali ucapan terakhir keponakannya itu yang kini terasa seperti firasat.

Di mata Erna, Samson tidak pernah berbuat kasar kepada keluarga, terutama kepada anaknya.

Namun, ia mengakui bahwa keponakannya itu mengalami depresi setelah bercerai.

Samson sering terlihat ke masjid, menjalankan salat, serta berbagi makanan dan rokok dengan tetangga.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Hartono mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya Samson yang diduga akibat diamuk massa.

Dugaan awal menyebutkan bahwa sebelum kejadian, Samson sempat berkelahi dengan seseorang yang tidak dikenal dan membuat onar di Kampung Cihurang.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa besi, bambu, kayu, batu, dan benda lainnya yang berlumuran darah. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pembunuhan #preman kampung #diamuk massa #sukabumi