BALIEXPRESS.ID - Dua pengendara motor tewas secara tragis dalam kecelakaan maut di Jalur Pantura Nguling, Kabupaten Pasuruan, Minggu dini hari (9/3).
Insiden ini terjadi saat keduanya mencoba menghindari genangan air, tetapi justru terjatuh dan terlindas truk yang mereka salip.
Nyawa mereka pun melayang seketika di lokasi kejadian.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dan sempat menyulitkan petugas dalam mengidentifikasi korban.
Tak ada satupun kartu identitas yang ditemukan di tubuh mereka. Namun, setelah jenazah dibawa ke rumah sakit, identitas korban akhirnya terungkap melalui pemeriksaan sidik jari oleh tim Inafis.
Korban diketahui bernama Asep Saefudin (48), warga Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mengendarai motor berpelat nomor M 4830 HL.
Sementara rekannya, Andres Afriliano (21), warga Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, menjadi penumpang.
Detik-detik Kecelakaan Tragis
Saat melaju dari timur ke barat, Asep mencoba menyalip truk bernopol S 8635 UQ yang dikemudikan Djainul Arifin (48), warga Kabupaten Sidoarjo.
Sayangnya, saat berusaha bermanuver di sisi kiri truk, motor mereka oleng akibat menghindari genangan air.
Keseimbangan yang hilang membuat mereka terjatuh ke kanan, tepat ke kolong truk yang sedang melaju.
Benturan keras tak terhindarkan, dan tubuh salah satu korban bahkan terseret hingga 200 meter.
Warga Syok, Proses Evakuasi Dramatis
Fais (25), salah satu warga yang menyaksikan kejadian, mengungkapkan momen memilukan saat melihat korban terseret jauh.
"Salah satu korban katanya sampai terseret sejauh 200 meter," ujarnya.
Di tengah guyuran hujan deras, warga spontan berkerumun dan berusaha menutupi jenazah korban yang tergeletak di jalan.
Namun, proses evakuasi terhambat karena salah satu korban masih terjepit di bawah truk. Petugas kepolisian baru berhasil mengangkat jenazah setelah berjuang hingga pukul 03.00 WIB.
"Polisi sampai jam 3 pagi evakuasi korban. Karena di bawah truk bak kanan ini, motor korban tak mau lepas. Baju korban juga nempel," tambah Fais.
Identitas Terungkap, Keluarga Dihubungi
Setelah proses evakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk keperluan identifikasi. Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Prasetyo, mengatakan identitas korban baru terungkap Minggu pagi melalui sidik jari.
"Dari sidik jarinya. Lalu identitasnya terungkap," ujar Prasetyo.
Sementara itu, Humas RSUD Grati, Ikka Dheby Kardian, menyatakan pihak rumah sakit langsung berupaya menghubungi keluarga korban begitu identitas diketahui.
"Tadi pagi masih dicarikan identitasnya. Masih proses penghubungan keluarganya," katanya.
Pelajaran Berharga untuk Keselamatan Berkendara
Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi para pengendara untuk lebih waspada, terutama saat hujan dan kondisi jalan licin.
Mengambil jalur kiri untuk menyalip, apalagi dalam cuaca buruk, bisa berujung fatal.
Kesadaran akan pentingnya menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan saat melintasi genangan air dapat menjadi langkah kecil yang menyelamatkan nyawa.
Jalur Pantura yang dikenal rawan kecelakaan kini kembali menambah daftar panjang insiden tragis.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan di setiap perjalanan.
***
Editor : I Putu Suyatra