Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pencari Bekicot di Grobogan Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi Minta Maaf Tanpa Ganti Rugi

Wiwin Meliana • Selasa, 11 Maret 2025 | 15:35 WIB

Kusyanto menjadi korban salah tangkap oleh polisi
Kusyanto menjadi korban salah tangkap oleh polisi

BALIEXPRESS.ID-Nasib malang menimpa Kusyanto (38), seorang pencari bekicot asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Setelah menjadi korban salah tangkap oleh oknum polisi, kini ia tak bisa lagi melanjutkan pekerjaannya seperti sedia kala.

Baca Juga: WOW, PPN Pengambengan Jembrana Bersiap Jadi Pusat Perikanan Internasional, Berpotensi Serap 55 Ribu Tenaga Kerja

Selain difitnah mencuri mesin pompa air, Kusyanto juga dipukuli, dipaksa mengaku, dan menderita kerugian materiil yang cukup besar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 4 Maret 2025, saat Kusyanto sedang beristirahat setelah bekerja.

Polisi menuduhnya telah mencuri pompa air di dekat Pondok Ngawen Darussalam, sekitar 4 kilometer dari rumahnya.

Baca Juga: TERUNGKAP! Ini Alasan Luqman Hakim Nikahi Bu Guru Salsa Meski Sempat Viral Karena Video Panas

Tanpa bukti yang jelas, Kusyanto dibawa ke markas Polsek Geyer, di mana ia dipaksa mengaku telah melakukan pencurian.

"Saya dipukuli dalam perjalanan dari tempat pertama ke lokasi kedua. Saya juga disuruh mengaku mencuri pompa air, padahal saya tidak melakukannya," kata Kusyanto dengan nada kecewa.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi tidak menemukan bukti apapun yang mengarah pada keterlibatan Kusyanto dalam pencurian tersebut, dan akhirnya ia dibebaskan.

Namun, luka fisik dan mental yang dialaminya akibat perlakuan tersebut masih membekas hingga kini.

Baca Juga: MENGEJUTKAN! Youtuber Bobon Santoso Resmi Mualaf, Ucapkan Syahadat di Masjid An Ni’mah Cibubur

Pada Sabtu, 8 Maret 2025, beberapa anggota polisi dari Polres Grobogan mendatangi rumah Kusyanto untuk melakukan pertemuan tertutup.

Dalam pertemuan tersebut, Kusyanto diminta untuk menandatangani kesepakatan damai dengan polisi yang menangkapnya.

Namun, ia merasa kecewa karena kerugian yang dialami tidak dibahas sama sekali dalam proses perdamaian tersebut.

"Saya disuruh tanda tangan kesepakatan damai, tetapi tidak ada pembahasan soal kerugian saya," ujar Kusyanto.

Kusyanto mengungkapkan bahwa selain dipukuli dan difitnah, sepeda motor yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah mengalami kerusakan pada bagian belakang dan lampu. Selain itu, alat-alat kerjanya juga hilang setelah disita oleh polisi.

Baca Juga: Kapolres Ungkap Pemicu Seorang Gadis Remaja Dikeroyok Sekelompok Perempuan di Klungkung: Sebelum Viral Sempat Diedit Tersangka

"Saya bukan ingin memperpanjang, saya hanya cerita. Saya menerima, ikhlas, ternyata begini, tetapi kerugian saya tidak dibahas sama sekali," ungkap Kusyanto dengan nada kecewa.

Kini, dengan trauma yang masih terasa dan kehilangan alat untuk bekerja, Kusyanto terpaksa mencari cara lain untuk menyambung hidup.

Meskipun telah mendapat permintaan maaf dari polisi, ia berharap agar kerugian yang dialami dapat diperhatikan dan diberikan ganti rugi.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#salah tangkap #ganti rugi #jawa tengah #Pencari Bekicot