BALIEXPRESS.ID - Media sosial tengah digemparkan oleh sebuah video drone yang menangkap pemandangan tak biasa di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dalam rekaman yang viral, drone tersebut diduga mengungkap keberadaan ladang ganja tersembunyi di area Gunung Bromo.
Drone Mahal, Tapi Tak Sengaja Bongkar Rahasia
Tak sedikit warganet yang menyoroti fakta bahwa menerbangkan drone di kawasan Bromo tidaklah murah.
Baca Juga: SMK Fest 2025 Jembrana: Meningkatkan Literasi Keuangan dan Semangat Wirausaha Siswa SMK
Beberapa menyebut biaya penerbangannya bisa mencapai Rp2 juta.
Namun, kali ini biaya tersebut seolah terbayar lunas dengan temuan mengejutkan yang terekam dari udara.
Akun TikTok @fgbromo yang pertama kali mengunggah video ini langsung dibanjiri komentar.
Banyak warganet berspekulasi bahwa larangan menerbangkan drone di Bromo bukan tanpa alasan, mengingat adanya rahasia besar yang tersembunyi di balik peraturan tersebut.
Beberapa komentar warganet yang mencuri perhatian:
"Ngga rugi ngedrone bayar dua juta buat mengungkap kebenaran film dhot design." – @fgbromo.
Baca Juga: Sidak LPG 3 Kg, Tim Pengawas Terpadu Disperindag Temui Pelanggaran
"Kenapa 2 juta? Pasti biar yang mau nerbangin drone jadi mikir-mikir dan gak jadi… Itu yang nanem daun singkong bisa aja." – @azmiamrullah1.
"Di balik kata ‘Dilarang’, di situ lah ada rahasia yang sangat luar binasaah." – @enjuned21.arif.
Mengapa Drone Dilarang di Bromo?
TNBTS memang menerapkan aturan ketat terkait penerbangan drone, dengan alasan untuk melindungi ekosistem dan mencegah gangguan lingkungan.
Namun, setelah video ini beredar, muncul spekulasi bahwa ada alasan lain di balik larangan tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan ladang ganja ini.
Jika benar adanya, maka kasus ini bisa menjadi perhatian serius bagi pihak keamanan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. ***
Editor : I Putu Suyatra