Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

7 Fakta Mengejutkan Kasus Pembunuhan Enggal Dika Puspita yang Jasadnya Disembunyikan Selama 6 Bulan

I Putu Suyatra • Minggu, 23 Maret 2025 | 01:07 WIB

Muhammad Rafy Ramadan
Muhammad Rafy Ramadan

BALIEXPRESS.ID - Kasus pembunuhan Enggal Dika Puspita oleh Muhammad Rafy Ramadan benar-benar menggemparkan.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, mengungkapkan temuan yang mengejutkan. Saat polisi meringkus Rafy di kediamannya, mereka turut menemukan jasad Enggal yang telah berubah menjadi kerangka di tempat yang sama.

"Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik," ungkap Jeffry pada Jumat (21/3/2025).

Baca Juga: Kisah Tragis dan Pengakuan Anak 9 Tahun yang Selamat dari Maut Saat Ibunya Tewas Tertimpa Pohon di Kuta: Saksi Ungkap Evakuasi Dramatis

Namun, peristiwa tragis itu bukan terjadi di rumahnya, melainkan di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Dusun Manding, Sabdodadi, Bantul.

Kontrakan tersebut disewa Rafy sejak sebelum pembunuhan hingga Januari 2025.

Usai melakukan aksinya, ia membiarkan jasad Enggal tergeletak begitu saja di kamar tanpa dikubur.

"Korban hanya ditutupi selimut, namun setelah dua pekan, bau menyengat mulai tercium," lanjut Jeffry.

Baca Juga: Jukung Mati Mesin di Perairan Jembrana, Dua Nelayan Terombang-ambing Berjam-jam

Berikut adalah sejumlah fakta mengejutkan yang membuat kasus ini semakin mencekam:

1. Jasad Korban Dibiarkan Hingga Membusuk di Kontrakan

Setelah mencekik Enggal hingga tewas pada September 2024, Rafy meninggalkan jasadnya begitu saja di kamar kontrakan di Dusun Manding, Sabdodadi, Bantul.

Jasad hanya ditutupi selimut dan dibiarkan hingga membusuk selama dua pekan, menimbulkan bau menyengat yang luar biasa.

2. Pelaku Pindah Kontrakan Gara-Gara Bau Mayat

Bau busuk yang menyengat membuat Rafy tidak tahan. Ia kemudian memilih untuk meninggalkan kontrakan tersebut dan pindah ke tempat temannya di Condongcatur, Sleman.

3. Jasad Korban Dimasukkan ke Trashbag dan Dibuang, Tapi Diambil Lagi!

Saat mayat sudah tinggal kerangka, Rafy memasukkannya ke dalam trashbag dan membawanya ke kontrakan temannya.

Namun, temannya keberatan karena bau yang tak tertahankan. Trashbag sempat dibuang, tetapi kemudian Rafy mengambilnya kembali dan membawa ke losmen di Kaliurang, Sleman.

4. Kerangka Korban Dibersihkan Sebelum Disembunyikan

Di losmen Kaliurang, Rafy diduga membersihkan kerangka korban untuk menghilangkan jejak.

Setelah itu, tulang-belulang Enggal akhirnya dipindahkan ke rumah Rafy di Donotirto, tempat jasadnya akhirnya ditemukan polisi.

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Nusa Penida, Atap Water Spot Esa G Roboh

5. Barang-Barang Korban Dibakar untuk Menghilangkan Bukti

Agar tidak ada petunjuk yang mengarah padanya, Rafy membakar pakaian, rambut, dan pernak-pernik yang masih melekat di tubuh korban.

Upaya ini dilakukan agar jejak kejahatannya semakin sulit dilacak.

6. Terbongkar Karena Motor Korban Masih Digunakan Pelaku

Kasus ini akhirnya terungkap setelah keluarga korban curiga. Enggal sudah lama tidak terlihat, tetapi motor miliknya justru masih sering dipakai oleh Rafy.

Baca Juga: Tempat Suci Hindu Bali Pura Luhur Pucak Batu Gaing: Ada Gerbang Gaib Bunut Bolong yang Penuh Misteri, Jika Dilanggar Alami Kejadian Aneh

Dari sinilah, polisi mulai melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku.

7. Jasad Korban Sudah Jadi Kerangka Saat Ditemukan Polisi

Ketika polisi menangkap Rafy di rumahnya, jasad Enggal yang sudah menjadi tulang belulang ditemukan di lokasi yang sama.

Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Rafy telah menyimpan kerangka korban selama berbulan-bulan. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #pacar #bantul #Muhammad Rafy Ramadan #Enggal Dika Puspita