BALIEXPRESS.ID - Lamongan digemparkan oleh sebuah pernikahan dengan mahar luar biasa yang mencapai hampir Rp1 miliar! Pernikahan ini berlangsung pada Rabu (19/3/2025) dan mempertemukan Syaiful Naziq (44), seorang pengusaha alat berat asal Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Lamongan, dengan Aminatus Sholikah (32), pegawai Pemkab Gresik asal Desa Suci, Kecamatan Manyar.
Yang membuat publik tercengang adalah nominal mahar yang diberikan—Rp999.999.999—angka yang hampir menyentuh Rp1 miliar dan memiliki kombinasi unik.
Tak butuh waktu lama, kabar ini pun viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Baca Juga: Debut Patrick Kluivert Berantakan! Timnas Dibantai 5-1, Marselino Ferdinan Kecewa dan Netizen Murka
Siapa Sosok Mempelai Wanita?
Aminatus Sholikah bukanlah sosok asing di lingkungan Pemkab Gresik. Wanita kelahiran Surabaya, 1 Mei 1993, ini dikenal sebagai pegawai yang berdedikasi.
Namun, ada fakta menarik lain yang ikut mencuat. Beberapa tahun lalu, ia sempat viral akibat dugaan keterlibatan dalam sebuah kasus pemerintahan hingga dipanggil Inspektorat.
Makna di Balik Mahar Rp999.999.999
Mahar dengan kombinasi angka sembilan yang berulang ini dianggap memiliki makna mendalam.
Baca Juga: Pohon di Setra Sengkidu Tumbang, Enam Pelayat Alami Luka-Luka
Dalam berbagai kepercayaan, angka sembilan sering dikaitkan dengan keberuntungan dan kelancaran rezeki.
Tak heran, banyak yang menganggap nominal ini bukan sekadar angka, melainkan harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkecukupan.
Pernikahan Mewah atau Sederhana?
Meski mahar yang diberikan sangat fantastis, akad nikah tetap berlangsung sederhana dan khidmat.
Tanpa pesta mewah berlebihan, acara ini lebih menekankan pada esensi pernikahan itu sendiri.
Perdebatan Panas di Media Sosial
Mahar hampir Rp1 miliar ini menimbulkan berbagai opini di kalangan masyarakat.
Sebagian menganggapnya sebagai bentuk penghormatan kepada mempelai wanita, sementara yang lain menilai bahwa esensi pernikahan bukanlah pada jumlah mahar, melainkan kesiapan dan komitmen dalam membangun rumah tangga.
Di tengah pro dan kontra, pasangan ini tetap berharap agar pernikahan mereka tidak hanya dikenal karena nominal mahar yang mencengangkan, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pernikahan sejatinya adalah tentang komitmen dan tanggung jawab. ***
Editor : I Putu Suyatra