BALIEXPRESS.ID – Warga Jalan Beringin, Duri, Kabupaten Bengkalis, dihebohkan dengan penemuan seorang pemuda bertato yang tewas gantung diri di sebuah rumah kosong, Minggu (23/3/2025) sore, menjelang waktu berbuka puasa.
Korban berinisial SW (32) baru saja pulang merantau sekitar dua hingga tiga hari lalu dan sementara menumpang di rumah adiknya, Syahri (23).
Namun, siapa sangka kepulangannya justru berakhir dengan tragis.
Kapolsek Mandau, AKP Primadona, membenarkan kejadian tersebut.
"Korban ditemukan oleh adiknya dalam keadaan tergantung di dalam rumah kosong. Kami masih mendalami apakah ini murni kasus bunuh diri atau ada unsur lain," ujarnya, Senin (24/3/2025).
SW ditemukan tewas dengan seutas tali pengikat kerbau melilit lehernya, yang diikatkan pada kayu langit-langit rumah.
Posisi tubuhnya menempel di dinding, lidah menjulur, dan bekas jeratan di leher tampak jelas berbentuk huruf V berwarna coklat kehitaman.
Tragedi ini pertama kali diketahui oleh dua adik korban, EF (21) dan AE (10), yang datang mengantarkan makanan.
Saat masuk ke dapur, mereka terkejut melihat tubuh sang kakak tergantung.
Panik dan ketakutan, keduanya langsung berlari pulang dan memberitahukan ayah mereka, S (50).
Sang ayah kemudian meminta bantuan Sumarmiati (47), istri Ketua RT03, untuk menghubungi polisi.
Tak lama berselang, petugas dari SPKT Polsek Mandau dan tim Reskrim tiba di lokasi, melakukan olah TKP, serta mendokumentasikan kejadian.
Jenazah SW kemudian dibawa ke RSUD Mandau. Namun, tanpa adanya autopsi, penyebab pasti kematian korban masih menjadi tanda tanya apakah benar bunuh diri atau ada kemungkinan lain.
Misteri di balik kematian SW kini masih menyisakan pertanyaan di tengah warga yang penasaran dengan motif di balik tragedi ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna