Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Aplikasi Kencan Berubah Jadi Neraka: Seorang Pria Rudapaksa Gadis 13 Tahun, Dua Kali dalam Satu Jam, Pengakuanya Bikin Geram

I Putu Suyatra • Rabu, 26 Maret 2025 | 15:25 WIB

DITANGKAP : Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amarullah saat bertanya ke tersangka rudapaksa A Baihaqi. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)
DITANGKAP : Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amarullah saat bertanya ke tersangka rudapaksa A Baihaqi. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)

BALIEXPRESS.ID - Dunia kencan daring kembali tercoreng. Bukannya mencari cinta, seorang pria di Sidoarjo justru menggunakan aplikasi kencan untuk melancarkan aksi bejatnya.

A. Baihaqi (22), warga Gedangan, Sidoarjo, kini harus mendekam di sel tahanan Polresta Sidoarjo setelah merudapaksa seorang gadis berusia 13 tahun, yang dikenal melalui aplikasi OMI.

Kejadian mengerikan ini terjadi di rumah korban, yang berlokasi di wilayah Sukodono, Sidoarjo.

Baca Juga: HEBOH! Mertua Pratama Arhan, Andre Rosiade Bongkar Dugaan Kebohongan Mees Hilgers, Netizen Geram

Tak tanggung-tanggung, pelaku merudapaksa korban sebanyak dua kali hanya dalam rentang waktu satu jam.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku.

"Tersangka kami tangkap setelah melakukan aksi bejatnya sebanyak dua kali di hari yang sama. Aksinya dilakukan di rumah korban," ungkap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Fahmi Amarullah, pada Selasa (25/3).

Kronologi Mengerikan dari Aplikasi Kencan

Semuanya bermula dari perkenalan antara pelaku dan korban di aplikasi kencan OMI.

Intensitas komunikasi yang tinggi membuat pelaku nekat mengajak korban bertemu.

Baca Juga: Wisatawan Spanyol Diduga Jadi Korban Begal Payudara di Amed Karangasem Saat Perjalanan ke Warung Makan

Awalnya, korban menolak ajakan tersebut, namun pelaku terus mendesak hingga akhirnya korban mengirimkan lokasi rumahnya melalui Google Maps.

"Korban mengirimkan lokasi alamat rumahnya kepada tersangka pagi itu. Tersangka langsung menuju ke lokasi tersebut," jelas AKP Fahmi Amarullah.

Setibanya di rumah korban, pelaku mendapati rumah dalam keadaan sepi.

Orang tua korban sedang bekerja, dan pelaku memanfaatkan situasi ini untuk melancarkan aksinya.

Dengan rayuan maut, pelaku menarik korban ke kamar dan melakukan aksi bejatnya.

"Tersangka kemudian mengucapkan 'aku seneng awakmu'. Ini dilakukan sembari menarik korban ke kamar dan selanjutnya mencium tubuh korban. Tersangka meraba-raba tubuh korban dan kemudian menyetubuhinya," terang AKP Fahmi Amarullah.

Tak puas dengan aksi pertamanya, pelaku kembali merayu korban dan melakukan aksi bejatnya untuk kedua kali, hanya berselang satu jam kemudian.

Aksi kedua ini akhirnya terbongkar saat orang tua korban pulang dan memergoki mereka di kamar.

Baca Juga: Pelatih Bahrain Murka! GBK Bergemuruh, Suporter Indonesia Bikin Panas Suasana: Pemicunya Lagu Kebangsaan

Pengakuan Pelaku yang Bikin Geram

Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku "enak" setelah merudapaksa korban.

Pengakuan ini tentu saja membuat geram banyak pihak dan memicu kecaman luas. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Rudapaksa #sidoarjo #Kencan Daring