BALIEXPRESS.ID - Nama Lucky Hakim kembali menghiasi linimasa media sosial, namun kali ini bukan karena aktingnya di layar kaca, melainkan karena sebuah "perjalanan diam-diam" ke Jepang di tengah momen libur Lebaran.
Kepergian Bupati Indramayu ini tanpa izin dari atasan sontak mengundang tanya dan sorotan.
Namun, sebelum menjadi kepala daerah yang kini menuai kontroversi, Lucky Hakim menyimpan kisah hidup yang tak kalah menarik dan penuh liku.
Lahir di Indramayu pada 12 Januari 1978, kehidupan awal Lucky Hakim jauh dari gemerlap dunia hiburan dan politik.
Tumbuh dalam kesederhanaan, takdir membawanya ke Cilacap, Jawa Tengah, setelah diadopsi menyusul kepergian orang tua kandungnya di usia belia.
Di kota inilah ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas, sebelum akhirnya merantau untuk melanjutkan studi di STIE Perbanas dan Pelita Bangsa.
Takdir kembali membawa kejutan dalam hidup Lucky.
Baca Juga: Gus Par Resmikan Karangasem Akhir Pekan, Jadikan Mirip Malioboro
Pada tahun 2001, wajahnya mulai menghiasi layar kaca sebagai model iklan.
Dari sana, pintu dunia hiburan semakin terbuka lebar. Mantan suami Indadari Mindrayanti dan Tiara Dewi ini kemudian menjelma menjadi salah satu aktor sinetron dan FTV yang cukup dikenal.
Beberapa peran ikonik pernah ia lakoni, termasuk sebagai Raden Kian Santang dalam sinetron "Dendam dari Gunung Merapi" (2015), serta tampil di "Kun Fayakun" dan "Jodoh Wasiat Bapak" (2018).
Sederet judul FTV "Pintu Berkah" dan "Kisah Nyata" juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya di dunia seni peran.
Namun, panggung hiburan rupanya bukanlah pelabuhan terakhir bagi pria yang memiliki hobi unik mengoleksi berbagai jenis hewan ini.
Pada tahun 2013, Lucky Hakim mencoba peruntungannya di dunia politik dengan bergabung menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN).
Setahun berselang, ia berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat VI periode 2014-2018.
Jejak politiknya terus berlanjut. Pada Pilkada Indramayu 2020, Lucky Hakim berpasangan dengan Nina Agustina dan berhasil memenangkan kontestasi.
Baca Juga: Bupati Klungkung Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Kasepekang
Ia pun dilantik menjadi Wakil Bupati Indramayu pada tahun 2021. Namun, sebuah keputusan mengejutkan datang pada Februari 2023, ketika Lucky memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Tak berhenti di situ, drama kehidupan Lucky Hakim kembali berlanjut di Pilkada serentak 2024.
Ia kembali maju sebagai calon bupati, kali ini berpasangan dengan Syaefudin. Hasilnya, duet Lucky-Syaefudin kembali meraih suara terbanyak dan dilantik sebagai Bupati Indramayu periode 2025-2030.
Kini, di tengah baru seumur jagung menjabat sebagai orang nomor satu di Indramayu, Lucky Hakim kembali menjadi sorotan.
Unggahan video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di media sosial memperlihatkan Lucky tengah menikmati liburan di Jepang saat momen libur Lebaran.
Yang menjadi persoalan, kepergiannya ini diduga tanpa mengantongi izin resmi dari Mendagri maupun Gubernur.
Baca Juga: Indehoi dengan Wanita Penghibur, Pria Dewasa Kejang-Kejang: Diduga Ini Penyebabnya
Dedi Mulyadi pun tak sungkan memberikan "sindiran" melalui keterangan video yang diunggahnya, mengingatkan soal pentingnya izin bagi kepala daerah yang hendak bepergian ke luar negeri.
Lucky Hakim sendiri telah berkomunikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kelalaiannya ini.
Dari panggung hiburan yang gemerlap hingga kursi Bupati yang penuh tanggung jawab, perjalanan hidup Lucky Hakim memang penuh kejutan.
Namun, "perjalanan diam-diam" ke Jepang ini menambah babak baru dalam kisah hidupnya yang unik, memunculkan pertanyaan tentang prioritas dan etika seorang kepala daerah.
Akankah kontroversi ini menjadi pelajaran berharga bagi sang bupati yang dulunya dikenal sebagai bintang sinetron? Waktu akan menjawab. ***
Baca Juga: Pasar Murah Digital Singaraja, Inovasi Sociopreneur Ringankan Beban Jelang Galungan dan Kuningan
Editor : I Putu Suyatra