BALIEXPRESS.ID - Warga Jalan Sidosermo Indah XII, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, digegerkan dengan penemuan dua jasad sejoli yang tewas mengenaskan di dalam kamar kos, Kamis (10/4) sekitar pukul 11.30 WIB.
Keduanya adalah Nurul Aisyah (29), seorang perawat rumah sakit, dan kekasihnya Hakim (28), seorang pengusaha muda yang tengah menempuh studi S2.
Tragedi memilukan ini terungkap setelah keluarga Nurul merasa curiga lantaran korban tidak bisa dihubungi sejak pagi.
Diduga saat itu Nurul dijadwalkan masuk kerja karena ada operasi mendadak, namun tak kunjung merespons panggilan.
Kecurigaan makin memuncak ketika sang kakak di kampung menghubungi sepupu Nurul, Nur Apriliani (23), untuk memeriksa langsung ke tempat kos.
“Saya lihat keadaan di kosnya. Saya ke sini ternyata kamar kos dikunci dari dalam,” ujar Nur saat ditemui, Kamis (10/4).
Upaya untuk membuka kamar sempat menemui kendala.
Saat dipanggil-panggil, tak ada respons. Ibu kos yang biasanya memegang kunci cadangan ternyata sedang berada di luar kota. Nur pun memutuskan memanggil tukang kunci.
Namun, sebelum sempat membuka pintu dengan benar, tukang kunci itu pergi.
“Saya manggil tukang kunci akhirnya datang pintu dicongkel. Terus nggak sempat buat kunci dia pergi. Saya lihat di dalam kamar sepupu saya sudah tertelungkup menghalangi pintu saya bangunin nggak bangun-bangun,” bebernya dengan suara bergetar.
Lebih mengejutkan lagi, di dalam kamar juga ditemukan sosok pria yang tak lain adalah pacar korban, Hakim.
Ia dalam posisi telentang, memakai pakaian lengkap, dan sudah tak bernyawa.
Kejadian ini semakin janggal saat ditemukan benda mencurigakan di samping kedua jasad itu.
Baca Juga: Pemkab Klungkung Mulai Ukur dan Pasang Batas Jalan Menuju Broken Beach dan Angel’s Billabong
“Katanya ada suntikan tapi saya nggak tahu (detailnya). Di sampingnya ada suntikan, suntikan tergeletak. Di samping mungkin keduanya,” tutur Nur.
Menurut Nur, selama ini hubungan Nurul dan Hakim berjalan normal dan damai.
Tak pernah terdengar kabar keributan atau konflik berarti. “Mereka pacaran sudah setahunan. Mereka adem-adem aja,” tambahnya.
Kapolsek Wonocolo, Kompol Haryoko Widhi membenarkan adanya penemuan dua mayat tersebut.
Ia mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Posisi dua mayat kami temukan dalam kamar kos,” ungkapnya.
Karena kematian keduanya dinilai tak wajar, jasad korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan otopsi.
Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kasus ini.
“Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk otopsi. Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban,” tegas Kompol Haryoko. (*)
Editor : Nyoman Suarna