Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waspada! Pelaku Gendam Punya Modus Baru: Gasak Perhiasan Nenek 80 Tahun, Polisi Kesulitan Melacak dari CCTV

Nyoman Suarna • Rabu, 16 April 2025 | 21:57 WIB
CEK: Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi mengecek kendaraan yang ditemukan dengan nomor polisi sesuai yang dipakai pelaku gendam Selasa (15/4).
CEK: Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi mengecek kendaraan yang ditemukan dengan nomor polisi sesuai yang dipakai pelaku gendam Selasa (15/4).

BALIEXPRESS.ID – Kasus gendam atau penipuan hipnotis kembali menggemparkan warga Banyuwangi. Kali ini korbannya adalah Saonah (80 tahun), seorang nenek penjual nasi pecel asal Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Ia menjadi korban aksi pelaku misterius yang membawa kabur dua gelang emas miliknya.

Aksi pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam ini terekam jelas dalam kamera CCTV warga, Minggu pagi (13/4).

Dalam rekaman tersebut, pelaku tampak melintas di depan rumah warga sebelum menjalankan aksinya.

Unit Reskrim Polsek Genteng langsung melakukan penyelidikan mendalam.

Dari hasil penelusuran, polisi menemukan sepeda motor dengan plat nomor P 5305 OBD, sesuai dengan yang terekam CCTV, berada di sebuah rumah warga di Desa/Kecamatan Cluring.

Namun setelah diperiksa, motor tersebut tidak identik dengan kendaraan yang digunakan pelaku gendam.

“Motif stiker (pleret) pada motor yang terekam berbeda dengan yang kami temukan di Cluring,” ungkap Kanitreskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwadi.

Dari ketidaksesuaian itu, polisi menduga kuat pelaku menggunakan plat nomor palsu untuk mengelabui jejak.

Namun tidak menutup kemungkinan, perbedaan itu juga diakibatkan oleh buruknya kualitas gambar CCTV, sehingga angka atau huruf dalam plat nomor mungkin terbaca salah.

“Kita sudah coba mengotak-atik tiga huruf terakhir pada plat nomor, namun yang identik hanya jenis motornya, sama-sama Honda Vario,” jelas Sujarwadi.

Hingga kini, petugas masih terus bekerja untuk mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya.

“Tim kami masih di lapangan. Kami berupaya agar pelaku segera tertangkap,” tegas Sujarwadi.

Dari aksi hipnotis tersebut, pelaku berhasil membawa kabur dua gelang emas milik korban dengan berat masing-masing 8,2 gram dan 9,8 gram, yang dibeli seharga Rp 8 juta.

Pelaku berpura-pura menjadi pembeli di warung milik Saonah sebelum akhirnya menjalankan aksi hipnotis dan melarikan diri.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama lansia, untuk lebih waspada terhadap modus penipuan dengan gendam yang kini kembali marak. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#modus #Baru #cctv #gendam #pelaku #emas #nenek