Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Tragis Perjalanan Admin Judol: Berawal dari Bali, Dikabarkan Tewas Misterius di Kamboja

Nyoman Suarna • Rabu, 16 April 2025 | 22:30 WIB
FOTO KORBAN: Keluarga memegang foto paspor dan foto Rizal yang jadi korban di Kamboja, Selasa (15/4).
FOTO KORBAN: Keluarga memegang foto paspor dan foto Rizal yang jadi korban di Kamboja, Selasa (15/4).

BALIEXPRESS.ID – Perjalanan hidup Rizal Sampurna, pemuda asal Banyuwangi, membawa kisah penuh pelajaran.

Berawal dari Bali, Jakarta, Medan, hingga akhirnya berlabuh di Kamboja, kisah Rizal berakhir tragis setelah diketahui bekerja sebagai admin judi online (judol) di negeri orang.

Anies Zulkarnain (36), sahabat dekat Rizal sekaligus rekan satu grup band Melayu Osing sejak 2020, mengenang bagaimana perjalanan itu bermula.

Sekitar Oktober tahun lalu, Rizal berpamitan untuk bekerja di sebuah rumah makan di Bali. Namun, pekerjaan tersebut hanya bertahan dua bulan.

“Waktu itu dia bilang ada tawaran kerja di Kamboja dari seseorang yang dia kenal di Bali. Saya sudah sempat ingatkan soal risiko kerja di sana,” kata Anies.

Peringatan Anies bukan tanpa alasan. Maraknya kasus pekerja migran yang dijadikan admin judi online dan korban penipuan digital di Kamboja telah menjadi perhatian internasional.

Meski sudah diingatkan, Rizal tetap mantap berangkat. Setelah dari Bali, ia sempat mengabari sedang berada di Jakarta, lalu ke Medan.

Dari Medan, Rizal dan sekitar 20 orang lainnya menyeberang ke Malaysia melalui jalur laut, sebelum akhirnya tiba di Kamboja.

“Dia kirim gambar saat berangkat, saya tanya lagi, ‘yakin?’ Tapi dia malah ketawa,” ujar Anies.

Setelah berada di Kamboja, komunikasi antara Rizal dan Anies masih terjalin. Terakhir pada 9 Maret, Rizal mengirimkan gambar dirinya sedang bekerja, kedua tangan terborgol di depan keyboard komputer. Saat ditanya, Rizal menyebut itu adalah prosedur kerja biasa.

“Wajahnya tampak normal, tapi saya curiga ada yang disembunyikan. Dia memang tertutup soal hal-hal pribadi,” kenang Anies.

Namun, pada 28 Maret, Rizal mendadak tidak bisa dihubungi. Hingga akhirnya, kabar mengejutkan datang pada 6 April: Rizal meninggal dunia di Kamboja. Informasi itu pertama kali diterima keluarga dari pihak KBRI.

Anies pun berusaha mencari tahu, tapi tak banyak informasi yang bisa digali. Sepanjang komunikasi mereka, Rizal nyaris tak pernah mengeluh. Hanya sekali ia sempat menceritakan soal honor kerja yang tidak sesuai.

“Katanya dijanjikan gaji USD 800, tapi yang diterima hanya USD 300. Kalau tak capai target, bisa dipindahkan ke Myanmar atau Vietnam, dan katanya kondisi di sana lebih parah,” ujar Anies.

Kisah Rizal menjadi potret nyata risiko besar di balik tawaran kerja luar negeri yang menggiurkan, namun kerap menjerumuskan. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan berhati-hati. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#kamboja #bali #tewas #misterius #admin #judol