Aksi Maling Bergaya Film: Bobol Rolling Door, Lumpuhkan CCTV, Seret Brankas ke Pintu!
Putu Mita Damayanti• Jumat, 18 April 2025 | 03:08 WIB
BERSERAKAN : Kondisi apotek di Jalan Mastrip Karapngpilang, Surabaya, usai dibobol kawanan maling. (IST/RADAR SURABAYA)
BALIEXPRESS.ID - Aksi kejahatan yang semakin berani dan terencana kembali menghantui Kota Pahlawan. Kali ini, sebuah apotek yang berlokasi di Jalan Mastrip, Karangpilang, Surabaya, menjadi sasaran empuk komplotan maling yang beraksi layaknya "hantu" di dini hari Kamis (17/4).
Bukan pencurian biasa, para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang ini menunjukkan gerak-gerik yang cepat, sistematis, dan seolah telah mengantongi "blueprint" apotek tersebut.
Mereka tidak hanya berhasil menjebol pintu rolling door dan menggasak uang tunai yang diperkirakan mencapai belasan juta rupiah dari dalam brankas, tetapi juga sempat melumpuhkan "mata" apotek dengan merusak kabel instalasi CCTV!
Tindakan ini mengindikasikan bahwa mereka sangat memahami titik-titik vital yang harus dinetralkan sebelum melancarkan aksinya.
Kengerian ini baru disadari oleh salah satu pegawai apotek berinisial MH saat pemilik apotek tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Pemandangan yang menyambut mereka sungguh mencengangkan.
"Kondisi pintu rolling door terbuka. Lalu kotak brankas berwarna putih tergeletak tepat di belakang bibir pintu masuk utama apotek," ungkap MH dengan nada terkejut, Kamis (17/4).
Brankas Kosong, Pintu Dijebol Paksa!
Lebih lanjut, MH menggambarkan kondisi brankas yang sudah tak berdaya, kosong melompong dan mengalami kerusakan parah.
Pintu brankas terlihat jelas bekas congkelan paksa dan dibiarkan tergeletak begitu saja di dekat pintu masuk, seolah menjadi "kartu nama" keberhasilan para pelaku.
Dari penuturan MH, jejak para pelaku mulai terendus dari pagar besi rolling door berwarna hitam yang terlihat rusak.
Diduga kuat, mereka masuk dengan cara merusak pagar tersebut dan langsung menyasar bagian dalam apotek.
Langkah selanjutnya yang mereka lakukan sungguh cerdik: melumpuhkan sistem pengawasan! Kabel data dan instalasi listrik perangkat CCTV yang berada di area kasir menjadi korban sabotase.
Setelah memastikan bahwa gerak-gerik mereka tak lagi terekam, para pelaku dengan leluasa menyeret brankas dari ruang penyimpanan obat.
Ruangan ini memiliki akses langsung ke area pelayanan kasir dan etalase obat, memudahkan mereka dalam melancarkan aksinya.
"Iya diseret dari dalam ke depan. Pintunya dicopot dirusak," papar MH, menggambarkan betapa "ringannya" brankas tersebut berpindah tangan.
Tak Hanya Uang, Ponsel dan Kunci Motor Operasional Juga Raib!
Kerugian yang dialami apotek tidak hanya sebatas uang tunai belasan juta rupiah. Para pelaku juga menggondol sebuah ponsel operasional apotek serta dengan sengaja merusak kunci kontak motor operasional yang terparkir di dalam.
Tindakan ini semakin menguatkan dugaan bahwa aksi pencurian ini telah direncanakan dengan matang.
"Mungkin jutaan. Saya nggak tahu pasti jumlahnya. Ada ponsel yang hilang dan pelaku juga merusak kunci kontak motor operasional," tegas MH, mencoba merinci kerugian yang dialami.
Pihak apotek yang menjadi korban keganasan komplotan maling ini tak tinggal diam. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangpilang.
Tim Inafis dari Polrestabes Surabaya bersama Polsek Karangpilang pun bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pagi harinya.
Kini, polisi tengah memburu para pelaku yang diduga kuat merupakan komplotan profesional dengan modus operandi yang rapi dan terencana.
Warga sekitar, khususnya para pemilik usaha yang menyimpan barang berharga atau uang dalam jumlah besar, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. ***