Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dihantam Mobil saat Lampu Merah, Mahasiswi UINSA Alami Luka dan Ditinggal Kabur Usai Dijanjikan Ganti Rugi

Putu Mita Damayanti • Minggu, 20 April 2025 | 00:39 WIB

Ilustrasi mobil tabrak pemotor yang sedang menunggu trafic light.
Ilustrasi mobil tabrak pemotor yang sedang menunggu trafic light.

BALIEXPRESS.ID – Apa jadinya jika niat tulus menghadiri takziah justru berubah menjadi mimpi buruk yang menyesakkan? Inilah yang dialami Hamidah (22), mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang menjadi korban tabrak lari dengan cara yang tak biasa—penuh drama dan janji palsu.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi saat Hamidah berhenti di perempatan, menunggu lampu hijau.

Tiba-tiba, sebuah mobil Daihatsu Gran Max putih berpelat nomor B 2236 SIP menghantam motornya dari belakang dengan kecepatan tinggi, usai menerobos lampu merah.

Baca Juga: Tahanan Perempuan Diperkosa di Dalam Sel: Oknum Polisi Jadi Tersangka, Publik Terguncang

“Saya lihat dari spion, mobil itu ngebut. Belum sempat saya ngapa-ngapain, langsung ditabrak,” kata Hamidah kepada Radar Surabaya.

Benturan keras membuat Hamidah mengalami luka dan trauma.

Namun, yang lebih menyakitkan, pelaku yang sempat berpura-pura membantu, justru melarikan diri setelah berjanji akan bertanggung jawab.

Janji Manis Berujung Tipu Muslihat

Alih-alih segera membawa Hamidah ke rumah sakit, pelaku sempat berputar-putar tanpa arah, seolah mencari lokasi pengobatan secara acak.

Barulah setelah didesak, ia bersedia menuju RSI Jemursari.

Baca Juga: Jelang Galungan, Pemprov Bali Gelar Pasar Murah: Sembako, Buah Lokal hingga Jajan Banten Dijual di Bawah Harga Pasar

Di rumah sakit, pelaku sempat memberikan KTP sebagai jaminan, bahkan bersumpah akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan memperbaiki motor korban. Namun, janji tinggal janji.

“Dia bilang akan ganti rugi, tapi dari ekspresinya saya sudah curiga,” ujar Hamidah.

Saat keluarga Hamidah tiba dari Mojokerto, pelaku masih bersandiwara.

Ia menyerahkan KTP—yang belakangan diklaim sebagai duplikat—dan beralasan KTP asli tertinggal di apartemen.

Namun, ketika keluarga hendak mengikutinya, mobil itu malah tancap gas dan menghilang entah ke mana.

Korban Minta Keadilan, Bukan Simpati

Motor Hamidah, Yamaha bernopol S 2789 OCY, mengalami kerusakan parah. Identitas pelaku kini hanya bisa dilacak melalui pelat nomor dan salinan KTP yang sempat diserahkan.

Laporan sudah diajukan ke kepolisian, meski sempat tertunda karena kondisi fisik korban.

“Saya hanya ingin pelaku bertanggung jawab. Jangan cuma janji manis lalu kabur begitu saja. Saya juga manusia, bukan angka,” tegas Hamidah.

Baca Juga: Penari Jaranan Tewas Jadi Korban Tabrak Lari saat Pulang Menghibur Warga, Satu Temannya Luka Serius

Kasus ini menyisakan pertanyaan besar: Mengapa seseorang bisa dengan mudah menabrak, berbohong, lalu menghilang tanpa bekas?

Dan sampai kapan korban kecelakaan lalu lintas harus menanggung luka fisik dan batin sendirian? ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#tabrak lari #Mahasiswi #surabaya