Mimpi Jadi Guru Musnah di Tangan Penipu Berkedok 'Orang Dalam': Seorang Wanita Muda Tertipu Rp 20 Juta
Putu Mita Damayanti• Minggu, 20 April 2025 | 01:15 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID – Ia hanya ingin mengabdi sebagai guru di sekolah negeri. Namun mimpi sederhana itu berubah menjadi mimpi buruk penuh tekanan, ancaman, dan kerugian puluhan juta rupiah.
Seorang wanita muda asal Desa Dermo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja sebagai guru SD negeri.
Korban yang berinisial S mengaku tertipu oleh Soleh, pria yang mengaku bisa meloloskannya menjadi guru di SD Negeri Klampok, dengan iming-iming koneksi "orang dalam".
Ironisnya, pelaku dikenal baik oleh keluarga korban dan merupakan teman lama ibu S sendiri.
“Saya percaya karena dia kenal lama dengan ibu saya. Ngomongnya meyakinkan, katanya ada jalur khusus masuk guru. Ternyata semua bohong,” tutur S dengan suara bergetar, Jumat (18/4).
Rayuan Manis, Transfer Tanpa Bukti, dan Ancaman Mengintai
Modus dimulai sejak akhir Februari 2025, ketika Soleh mulai meminta sejumlah uang—awalnya Rp 7 juta, katanya untuk biaya administrasi.
Namun permintaan itu tak berhenti di sana. S terus diminta transfer uang untuk keperluan pembuatan SK, NIG, hingga uang pelicin untuk “orang dalam”.
Total kerugian korban mencapai hampir Rp 20 juta, semuanya tanpa tanda terima sepeser pun.
“Kalau saya telat transfer, dia mulai ancam. Bilangnya saya bisa dicoret dari daftar, padahal saya nggak pernah lihat ada daftar apa pun,” ujar S.
Janji Bertemu yang Palsu, Identitas yang Direkayasa
Pertemuan yang seharusnya menjadi titik terang justru menjadi bukti terakhir dari kebohongan pelaku.
Pada 14 April, S dan Soleh sepakat bertemu di SD Klampok. Tapi seperti dugaan buruk yang menghantui, Soleh tak pernah datang. Ia menghilang.
Lebih parah lagi, pelaku sebelumnya mengaku tinggal di daerah Jawu, Benowo, dan mengklaim sebagai anggota ormas berpengaruh.
Citra berpengaruh itu dimanfaatkan untuk menekan psikologis korban agar menurut.
Laporan ke Polisi dan Harapan yang Masih Menggantung
S kini hanya bisa berharap. Ia telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, namun proses hukum disebut berjalan lambat. Belum ada tanda-tanda pelaku akan segera ditangkap.
“Saya hanya ingin keadilan. Saya ingin uang saya kembali. Jangan sampai ada korban berikutnya yang tertipu seperti saya,” ucap S dengan mata berkaca-kaca. ***