Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Gubernur Dedi Mulyadi Temui Siswa SMP Ciamis yang Protes Larangan Naik Sepeda Motor, Ada Kejutan Toleransi!

I Putu Suyatra • Selasa, 29 April 2025 | 13:50 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025). (Dok.Tim Media KDM)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025). (Dok.Tim Media KDM)

BALIEXPRESS.ID - Ingat video viral siswa SMP Negeri 1 Panawangan, Ciamis, yang berteriak protes karena larangan membawa sepeda motor ke sekolah? Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya turun tangan!

Pertemuan yang awalnya diprediksi tegang, justru berubah menjadi dialog santai penuh kejutan.

"Mana yang kemarin ngebaeudin sama saya? Yang teriak 'Pak Gubernur, saya jalan kaki ya'?" tanya Dedi Mulyadi sambil tersenyum, mengundang para siswa mendekat. Momen ini terekam dan diunggah di akun Instagram pribadinya, Senin (28/4), langsung menyedot perhatian netizen.

Baca Juga: Mengenal Fadillah Arbi Aditama Pembalap Andalan Astra yang Mengidolakan Marc Marquez

Para siswa pun tak canggung menirukan kembali aksi protes mereka yang sempat viral di media sosial.

Dedi Mulyadi, dengan gaya khasnya yang merakyat, menjelaskan bahwa larangan tersebut bukan sekadar aturan semata.

"Ini bukan soal larangan, tapi pendidikan karakter," tegasnya.

Ia menekankan pentingnya disiplin, kesadaran hukum, dan keselamatan berlalu lintas, mengingat siswa SMP belum cukup umur untuk memiliki SIM.

Selain itu, ia ingin menanamkan pola hidup sederhana dan mengurangi beban ekonomi orang tua.

Namun, yang paling menarik adalah ketika Dedi Mulyadi menyinggung soal toleransi di kalangan pelajar.

Baca Juga: Makna Manawasena dan Madawasewa dalam Dharmasanti Nasional 2025

Ia mengungkapkan bahwa di sekitar SMPN 1 Panawangan, tepatnya di Kampung Susuru, Desa Kertajaya, hidup berdampingan berbagai pemeluk agama, termasuk Islam, Kristen, Katolik, dan penganut ajaran lokal Sundawiwitan.

"Semangat toleransi ini lahir dari anak-anak yang berjalan kaki bersama, tanpa membedakan latar belakang mereka," ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.

Dedi Mulyadi melihat bahwa berjalan kaki ke sekolah bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan toleransi antar siswa. 

Dialog ini bukan hanya menyelesaikan masalah larangan motor, tetapi juga mengungkap sisi lain dari kehidupan pelajar di Ciamis.

Bagaimana mereka belajar toleransi dan hidup berdampingan dalam perbedaan.

Kisah ini menjadi bukti bahwa kebijakan yang awalnya diprotes, bisa menjadi pelajaran berharga tentang disiplin, kesederhanaan, dan toleransi.

Pertemuan antara Gubernur Dedi Mulyadi dan siswa SMPN 1 Panawangan ini menjadi viral dan mengundang berbagai reaksi dari warganet.

Banyak yang memuji cara Dedi Mulyadi dalam berkomunikasi dengan para siswa dan menanamkan nilai-nilai positif. ***

Baca Juga: Pemerintah Prabowo-Gibran Tunjukkan Komitmen Nyata Tingkatkan Kesejahteraan Buruh Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

Editor : I Putu Suyatra
#ciamis #gubernur jawa barat #sepeda motor #dedi mulyadi