BALIEXPRESS.ID – Suasana malam yang semula tenang di simpang empat Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, mendadak berubah mencekam.
Dua pengendara motor meregang nyawa dalam kecelakaan tragis yang terjadi Rabu (7/8) sekitar pukul 20.00 WIB.
Tabrakan maut ini melibatkan dua sepeda motor: Honda Beat bernopol S 3296 OBZ yang dikendarai Hendry Wiandhaka (63), warga Bluluk, Lamongan, dan Honda GL 100 bernopol S 6614 WB yang dikendarai Rendi Okta (20), pemuda asal Banjaragung, Bareng, yang bekerja di pabrik kayu.
Saksi mata, Umar Ma’arif (40), yang menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan mengungkapkan bahwa motor Honda Beat datang dari arah barat dan hendak menyeberang ke timur.
Tanpa melihat kiri-kanan, motor itu langsung menerobos simpang empat.
“Motornya nyelonong dari barat, langsung nyeberang. Nggak sempat lihat kiri-kanan,” tutur Umar dengan nada bergetar.
Namun, di saat yang sama, dari arah utara melaju Honda GL 100 dengan kecepatan tinggi. Rendi, yang saat itu hendak menuju selatan, tak punya cukup waktu untuk menghindar.
Benturan keras pun tak terelakkan. Suara dentuman logam memecah malam dan mengundang jerit warga sekitar.
Kedua pengendara terpental hebat. Bahkan tubuh mereka terseret sejauh hampir 10 meter dari titik tabrakan.
Warga yang melihat kejadian langsung berlarian, mencoba memberikan pertolongan.
Petugas dari Satlantas Polres Jombang yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi para korban ke rumah sakit.
Namun takdir berkata lain, nyawa Hendry dan Rendi tak tertolong meski sempat mendapat penanganan medis.
“Dua-duanya meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Ipda Siswanto, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang.
Ia menambahkan, kedua kendaraan telah diamankan di mako Satlantas dan penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan.
Kedua jasad korban kini telah diserahkan ke pihak keluarga. Tangis pilu mengiringi kepergian mereka, menjadi pengingat betapa maut bisa datang dalam sekejap, di tengah lalu lintas yang tampak biasa-biasa saja. (*)
Editor : Nyoman Suarna