Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siswi 9 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang, Padahal Mahir Berenang: Standar Pengawasan Jadi Sorotan

Putu Mita Damayanti • Selasa, 13 Mei 2025 | 19:47 WIB
SELIDIKI: Polisi gelar penyelidikan di kolam renang Intanpari, Tasikmadu, Karanyanyar menyusul seorang siswi tenggelam, Senin (12/5/2025).
SELIDIKI: Polisi gelar penyelidikan di kolam renang Intanpari, Tasikmadu, Karanyanyar menyusul seorang siswi tenggelam, Senin (12/5/2025).

BALUEXPRESS.ID — Liburan panjang yang seharusnya menjadi momen menyenangkan, berubah menjadi duka mendalam di Kolam Renang Intanpari, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (12/5/2025). 

Seorang siswi berusia 9 tahun, CFR, warga Dukuh, Sapen, Mojolaban, Sukoharjo, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang umum sedalam 1,3 meter.

Peristiwa tragis ini kembali membuka pertanyaan besar tentang standar keselamatan dan pengawasan di tempat wisata air, terutama bagi anak-anak. 

CFR diketahui datang ke lokasi sekitar pukul 09.00 bersama nenek dan sepupunya. 

Mereka sempat berenang bersama sebelum sang sepupu berpindah ke kolam indoor khusus perempuan. 

CFR memilih kembali berenang sendiri ke kolam utama.

Sekitar pukul 09.30, tim rescue kolam menemukan CFR dalam kondisi tidak sadarkan diri di dasar kolam. 

Ia segera diberikan pertolongan pertama dan dilarikan ke RSUD Karanganyar. Namun, pihak rumah sakit menyatakan CFR telah meninggal saat tiba di IGD.

Tragisnya, laporan kejadian baru sampai ke pihak berwajib sekitar tiga jam kemudian, yakni pukul 12.30. 

Hal ini memunculkan tanda tanya besar terkait prosedur penanganan darurat dan kesiapsiagaan pengelola kolam renang.

Iptu Sulis Setyawan, Kasi Humas Polres Karanganyar, menyatakan bahwa pemeriksaan luar terhadap jenazah masih menunggu permintaan resmi untuk visum. 

Sementara itu, dua karyawan kolam, Fikri Cahyo Nugroho dan Agam Budiargo S, diperiksa sebagai saksi.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua dan pengelola tempat wisata untuk selalu memastikan pengawasan terhadap anak-anak saat berenang,” ujar IPTU Sulis.

Pihak manajemen Edupark Intanpari telah memberikan santunan dan menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, yang menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Meski keluarga menyatakan CFR mahir berenang dan sering berkunjung ke kolam tersebut, insiden ini menunjukkan bahwa kemampuan berenang bukan satu-satunya faktor keselamatan. 

Kehadiran dan perhatian orang dewasa tetap menjadi kunci pencegahan tragedi serupa.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa ini. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#siswi #tewas #kolam renang #tenggelam #pengawasan