Unggahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Saat Siswa Berseragam Militer Dibanjiri Komentar
Putu Mita Damayanti• Jumat, 16 Mei 2025 | 22:47 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan para siswa yang menjalani pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi juga melantukan sholawat. (Instagram @dedimulyadi71)
BALIEXPRESS.ID – Sebuah pemandangan tak biasa terekam di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Jawa Barat. Barisan rapi siswa berseragam militer berdiri tegap di tengah sunyinya malam, bukan suara komando yang menggema, melainkan lantunan sholawat yang syahdu dan menyentuh hati.
Momen mengharukan ini dibagikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.
Video tersebut memperlihatkan suasana pelatihan militer yang dibalut dengan nuansa spiritual yang kental.
Sholawat terdengar merdu, menciptakan aura damai dan haru di tengah ketegasan barak pelatihan.
"Gema shalawat, kerinduan kasih sayang rasul. Semoga menetes di hati anak-anakku," tulis Dedi Mulyadi dalam keterangan unggahannya.
Lebih dari sekadar video, momen ini menjadi bukti nyata pendekatan unik Dedi Mulyadi dalam mendidik generasi muda.
Ia berhasil menggabungkan ketegasan militer dengan nilai-nilai keislaman dan sentuhan kemanusiaan yang mendalam.
Para siswa di Dodik Bela Negara ini bukanlah peserta pelatihan biasa.
Banyak di antara mereka adalah remaja yang memiliki latar belakang permasalahan kompleks, seperti konflik keluarga, kabur dari pesantren, atau terjerat masalah sosial.
Di sinilah peran Dedi Mulyadi terlihat jelas. Ia hadir membawa harapan dengan pendekatan yang berbeda, bukan hanya dengan kekerasan, melainkan melalui pendekatan budaya Sunda yang lembut dan sarat nilai.
Unggahan video ini pun langsung membanjiri kolom komentar dengan pujian dan doa dari warganet.
Banyak yang terinspirasi oleh cara Dedi Mulyadi mendekati anak-anak muda dengan penuh cinta, kedisiplinan, dan spiritualitas.
Langkah yang dilakukan Dedi Mulyadi ini sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengembangan otak dan fisik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan hati.
Sebuah pendekatan yang patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. ***