Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, melalui Kasat Reskrim AKP Zaenudin, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu bermula dari sebuah tantangan di media sosial Instagram.
Dua kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar delapan orang itu sepakat untuk bertemu dan berduel di lokasi kejadian.
Nahas, pertempuran satu lawan satu yang terjadi antara korban dari kelompok Santa Cruz dan salah satu pelaku berujung fatal.
TDA (20), warga Langenharjo, Grogol, meregang nyawa di lokasi kejadian akibat luka bacok mengerikan di leher sebelah kiri.
Tak hanya itu, seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial M, yang juga berasal dari kelompok Santa Cruz, mengalami luka berat di kedua tangannya.
Bahkan, dua jarinya dilaporkan putus akibat sabetan senjata tajam.
Tim Satreskrim Polres Sukoharjo bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua pelaku utama dalam waktu singkat.
MKS (22), warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, ditetapkan sebagai tersangka pelaku yang menyebabkan TDA meninggal dunia. Sementara EBA (21), warga Serengan, Solo, bertanggung jawab atas luka berat yang dialami korban M.
Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis corbek (sejenis celurit panjang) yang diduga kuat digunakan dalam duel maut tersebut.
"Duel 1 lawan 1 terjadi antara korban TDA dan pelaku MKS. Tapi yang datang lebih banyak. Setelah kejadian kelompok Los Angeles langsung kabur. Sementara kelompok Santa Cruz mengevakuasi korban ke rumah sakit," jelas AKP Zaenudin.
Saat ini, Satreskrim Polres Sukoharjo masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mendalami peran anggota kelompok lain serta mencari tahu asal-usul senjata tajam yang digunakan.
Langkah antisipasi juga ditingkatkan melalui patroli dan kegiatan kring serse guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Kami harap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kami mengimbau masyarakat, terutama anak muda untuk tidak mudah terprovokasi ajakan perkelahian di media sosial yang bisa berujung petaka," tegas AKP Zaenudin.
Misteri di balik tantangan maut di media sosial ini masih terus diungkap oleh pihak kepolisian. ***