BALIEXPRESS.ID – Seorang nelayan asal Dusun Biyan Timur, Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, ditemukan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang saat melaut.
Korban diketahui bernama Muh. Fahral (55), yang terakhir terlihat berangkat melaut pada Rabu pagi (28/5) sekitar pukul 05.00 WIB untuk mencari rajungan.
Biasanya, korban sudah kembali ke rumah sebelum pukul 12.00 siang. Namun, hingga sore hari, keberadaannya tidak diketahui, sehingga keluarga mulai merasa khawatir dan melakukan pencarian ke tetangga sekitar.
“Waktu kami tanya, katanya bapak masih di tengah laut,” ujar Alfin Hidayatullah, anak kedua korban.
Pencarian dilakukan oleh keluarga bersama warga sekitar. Sekitar pukul 21.00, mereka menemukan perahu milik Fahral di tengah laut dalam keadaan mesin masih menyala.
Namun, korban beserta jaringnya tidak ada di perahu. Kondisi perahu disebut sempat berputar-putar sendiri di lautan.
Alfin mengungkapkan, ayahnya memang sempat mengeluh pusing, namun keluarga tidak memiliki kecurigaan lain.
Mereka menduga Fahral pingsan dan terjatuh ke laut saat sedang bekerja.
Pencarian dilanjutkan pada Kamis (29/5) dengan melibatkan tim gabungan dari Polairud, BPBD, Basarnas, dan TNI AL.
Setelah melakukan penyisiran laut secara intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 12.00 siang, sejauh 12 mil dari lokasi awal hilangnya korban.
“Korban kami evakuasi ke darat setelah ditemukan,” kata Kasatpolairud Polres Pamekasan, Ipda Isrok Wahyudi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, Achmad Zainullah, menduga korban terjatuh akibat terlilit jaring dan tidak bisa menyelamatkan diri karena tidak sempat berenang.
“Evakuasi kali ini cukup cepat, karena biasanya butuh dua sampai tiga hari. Tapi kali ini hanya satu hari korban berhasil ditemukan, meski dalam keadaan meninggal,” ujar Zainullah.
Peristiwa ini menambah daftar duka bagi keluarga nelayan di Pamekasan dan menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja saat melaut. (*)
Editor : Nyoman Suarna