BALIEXPRESS.ID – Kasus dugaan penyekapan di sebuah rumah kawasan Jalan Kedung Anyar II, Sawahan, Surabaya, terus menyita perhatian.
Salah satu korban akhirnya angkat bicara, mengaku awalnya datang ke Surabaya untuk mencari pekerjaan, namun malah berujung menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Peristiwa bermula pada Jumat, 30 Mei 2025, ketika korban—yang identitasnya dirahasiakan—datang ke Surabaya dan sempat mencari kerja di kawasan Terminal Bungurasih.
Di sanalah ia bertemu seorang pengemudi taksi online (taksol) yang menawarkan pekerjaan.
“Hari Jumat (30/5), korban datang ke Surabaya, keliling cari kerja tapi tidak dapat. Akhirnya bertemu sopir taksol yang menawarkan pekerjaan, lalu dibawa ke rumah di Kedung Anyar,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Agus Tri Subagjo, Minggu (1/6).
Setelah dibawa ke rumah di Kedung Anyar, korban dipertemukan dengan tiga terduga pelaku, masing-masing dua perempuan berinisial I dan L, serta satu pria berinisial IZ.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami apakah pengemudi taksol tersebut terlibat langsung dalam komplotan.
“Status pengemudi taksol masih dalam proses pemeriksaan oleh Polrestabes Surabaya,” tambah Agus.
Sebelumnya diberitakan, empat korban ditemukan di lokasi penyekapan:
- NS (47), perempuan asal Nganjuk
- YY (22), perempuan asal Cirebon
- S, pria asal Sumenep
- MF, pria asal Cirebon
Keempatnya mengaku dijanjikan akan diberangkatkan bekerja ke Malaysia dan Batam, namun justru menjadi korban dugaan penyekapan dan eksploitasi.
Dalam penggerebekan di rumah tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga terduga pelaku yang kini menjalani pemeriksaan intensif.
Kasus ini kini ditangani oleh Polrestabes Surabaya untuk mendalami lebih lanjut dugaan jaringan perdagangan orang. (*)
Editor : Nyoman Suarna