Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terbongkar! Janji Kerja Palsu Berujung Penyekapan, 4 Pencari Nafkah Jadi Korban TPPO!

I Putu Suyatra • Senin, 2 Juni 2025 | 03:21 WIB

EVAKUASI : Empat orang diduga menjadi korban dugaan penyekapan di Jalan Kedung Anyar, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
EVAKUASI : Empat orang diduga menjadi korban dugaan penyekapan di Jalan Kedung Anyar, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

BALIEXPRESS.ID – Niat tulus empat orang untuk mencari nafkah di Surabaya justru berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Mereka diduga kuat menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah diimingi-imingi pekerjaan fiktif, yang akhirnya berujung pada penyekapan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kedung Anyar II, Sawahan, Surabaya.

Kisah tragis ini menguak modus kejahatan yang semakin meresahkan.

Peristiwa ini bermula pada Jumat (30/5), ketika salah satu korban tiba di Surabaya dengan harapan menemukan pekerjaan.

Baca Juga: 100 Hari Kerja Bang-Ipat, Salurkan Pinjaman Daerah Rp 3,4 Miliar Bagi Koperasi Kakao dan KUD

Tujuannya adalah kawasan Terminal Bungurasih, pusat keramaian yang kerap menjadi gerbang bagi para pencari kerja. Namun, nasib berkata lain.

Di sana, korban justru bertemu dengan seorang pengemudi taksi online yang kemudian menawarkan peluang kerja.

"Hari Jumat (30/5) dia datang ke Surabaya terus ke Bungurasih, bingung dia cari pekerjaan nggak dapat akhirnya ketemu pengemudi taksol menawarkan pekerjaan akhirnya dibawa lah (ke Kedung Anyar)," terang Kanit Reskrim Polsek Sawahan AKP Agus Tri Subagjo, Minggu (1/6).

Dari Terminal Bungurasih ke Jerat Penyekapan: Siapa Dalang di Balik Semua Ini?

Menurut Agus, sebelum bertemu pengemudi taksi online, para korban sempat menyusuri sejumlah warung dan depot di sekitar Terminal Bungurasih, namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan.

Momen inilah yang dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Ditawari pekerjaan mau dibawa lah ditemukan sama ketiga terduga pelaku," lanjut Agus.

Pertanyaan besar kini mencuat: Apakah pengemudi taksi online tersebut merupakan bagian dari sindikat TPPO ini?

Baca Juga: Sidak Kos-kosan Besar-besaran Digelar di Tabanan: Buntut Keluhan Masyarakat Soal Suara Bising

Agus menambahkan, "Belum tahu, itu nunggu pemeriksaan Polres." Keterlibatan sang pengemudi taksi online yang pertama kali membawa korban ke rumah penyekapan ini menjadi kunci penting dalam pengungkapan kasus.

Janji Kerja ke Malaysia dan Batam Berujung Penyekapan

Empat korban yang kini berhasil diselamatkan diketahui berinisial NS (47) asal Nganjuk, YY (22) asal Cirebon, S asal Sumenep, dan MF asal Cirebon. Mereka semua dijanjikan akan dipekerjakan ke Malaysia dan Batam. Namun, kenyataannya jauh dari harapan.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan, mereka malah disekap dan tidak diberi kepastian, terjebak dalam lingkaran penipuan yang kejam.

Polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku, yakni dua perempuan berinisial I dan L, serta seorang pria berinisial IZ.

Kasus ini menambah daftar panjang praktik perdagangan orang yang kerap memanfaatkan modus lowongan kerja fiktif, menjebak para pencari nafkah yang putus asa.

Polisi masih terus mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk mengungkap sejauh mana keterlibatan pengemudi taksi online tersebut.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! I Made Sutama alias Minggik Tutup Usia, Sang Anak Ungkap Kisah Pilu dan Julukan Kontroversi!

Akankah semua dalang di balik sindikat keji ini terungkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya? Masyarakat menanti keadilan bagi para korban. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#lowongan kerja #penyekapan #tppo #surabaya