Berawal dari Komentar di Medsos, Seorang Pemuda Tewas Ditikam Kekasih Seleb Tiktok: Kompol Komang Yogi Beber Kronologi Lengkap
Putu Mita Damayanti• Rabu, 4 Juni 2025 | 00:29 WIB
Kuncoro diambil gambarnya bersama barang bukti kasus dugaan pembunuhan usai menjalani penyidikan di Satreskrim Polresta Banyuwangi, Senin (2/6). (Polresta Banyuwangi)
BALIEXPRESS.ID - Siapa sangka, jempol yang lincah di media sosial bisa berujung maut. Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, pada Sabtu malam (31/5) lalu.
Wiryadinanto (20), seorang pemuda asal Dusun Karangrejo, harus meregang nyawa setelah ditikam senjata tajam jenis karambit oleh Kuncoro (22), pria asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Motif di balik insiden berdarah ini sungguh tak terduga: komentar tidak senonoh di live TikTok.
Kasus ini bermula dari komentar tak pantas yang ditulis Wiryadinanto saat mengikuti live TikTok penyanyi lokal berinisial SB alias Sabrina (20).
Mirisnya, Sabrina adalah kekasih dari Kuncoro, pelaku penikaman.
"Motif penusukan dilatarbelakangi sakit hati yang dipicu komentar korban di live TikTok perempuan berinisial SB (Sabrina). Perempuan tersebut adalah pacar dari pelaku," terang Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Komang Yogi Arya Wuguna, saat dikonfirmasi pada Senin (2/6).
Meskipun korban dan pelaku tidak saling mengenal, komentar yang dinilai kelewat batas itu mendorong Kuncoro untuk mencari identitas Wiryadinanto.
Setelah mendapatkan nomor ponsel Wiryadinanto dari seorang teman, keduanya sepakat untuk bertemu.
Pertemuan yang dijembatani oleh Sabrina itu awalnya dimaksudkan untuk mengklarifikasi persoalan secara baik-baik.
Namun, niat itu buyar seketika. Kuncoro justru datang ke lokasi sambil membawa senjata tajam dari rumah.
"Awalnya pelaku hanya ingin mengkonfirmasi terkait maksud dari komentar korban di live TikTok kekasihnya. Saat di lokasi, pelaku langsung melakukan tindakan penganiayaan hingga menghilangkan nyawa korban," imbuh Kompol Komang.
Luka Parah Akibat Karambit
Kapolsek Gambiran, AKP Badrodin Hidayat, yang turut menangani kasus ini, menjelaskan bahwa Wiryadinanto mengalami luka parah di bagian dada, lengan, dan bahu akibat tikaman karambit.
"Sabrina dan temannya berteriak keras, warga berdatangan. Sedang korban ambruk di pinggir jalan," jelas AKP Badrodin.
Pembunuhan Berencana atau Emosi Sesaat?
Kini, Kuncoro telah diamankan di Polresta Banyuwangi. Penyidik masih terus mendalami apakah insiden ini tergolong pembunuhan berencana atau spontanitas akibat emosi sesaat.
"Masih terus kita dalami, pelaku kita periksa secara maraton untuk menetapkan pasal yang dijeratkan kepada pelaku," pungkas Kompol Komang.
Penyidik terus mengumpulkan keterangan dari pelaku, korban, serta saksi mata untuk mengungkap motif sesungguhnya dari tragedi yang mengguncang warga Gambiran ini.
Kasus ini menjadi pengingat mengerikan tentang potensi bahaya dari interaksi di media sosial, terutama jika tidak disertai dengan etika dan kesadaran akan dampaknya di dunia nyata. ***