Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jelang Pujawali di Pura Luhur Poten Bromo, Warga Mulai Persembahkan Suguh Berupa Hasil Bumi, Penjor Hiasi Kanan-Kiri Jalan Desa Ngadisari

I Putu Mardika • Senin, 9 Juni 2025 | 01:21 WIB

 

Umat Hindu Tengger mulai mempersiapkan sarana jelang upacara di Pura Luhur Poten, Bromo pada Minggu (8/6)
Umat Hindu Tengger mulai mempersiapkan sarana jelang upacara di Pura Luhur Poten, Bromo pada Minggu (8/6)
BALIEXPRESS.ID-Suasana Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mulai bersolek. Sejumlah penjor sudah mulai terlihat dipasang sepanjang sisi kanan dan kiri jalan menuju areal Kawasan Gunung Bromo pada Minggu (8/6) siang.

Pasalnya, masyarakat Tengger yang tersebar berada di Kawasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang akan menggelar Tradisi Kasodo yang jatuh pada Rabu, (11/6) mendatang.

Namun, sehari sebelumnya dilaksanakan upacara pujawali di Pura Luhur Poten yang posisinya persis di kaki Kawah Gunung Bromo pada Selasa (10/6) bertepatan pada Purnama Sasih Sada.

Baca Juga: Polres Jembrana Amankan Tujuh Tersangka Kasus Narkoba Jenis Sabu, Total Barang Bukti Sebanyak 13,31 Gram Bruto

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), suasana penjor yang terlihat rapi berjejer ini dipasang sebagai pertanda jika Pujawali di Pura Luhur Poten dan ritual Kasodo akan segera dilaksanakan.

Bukan tanpa alasan, mengapa Masyarakat Desa Ngadisari sibuk membuat penjor. Pasalnya, desa ini merupakan titik terdekat dengan Kawasan Gunung Bromo.

Sukir, 36 yang merupakan warga Desa Ngadisari sedang sibuk membuat penjor. Ia menggunakan janur sebagai hiasan.

“Masyarakat di Desa Ngadisari yang memasang penjor ini tidak hanya umat Hindu, tetapi masyarakat non Hindu juga memasang penjor. Ini sebagai bentuk kesadaran,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pujawali di Pura Luhur Poten memang dilaksanakan oleh Umat Hindu. Namun, saat prosesi melarung sesaji di Kawah Gunung Bromo serangkaian prosesi dilaksanakan oleh seluruh warga Suku Tengger.

Pura Luhur Poten Bromo jelang pujawali yang jatuh pada Selasa (10/6)
Pura Luhur Poten Bromo jelang pujawali yang jatuh pada Selasa (10/6)

“Semua warga Tengger bisa ikut prosesi melarung sesaji, sebagai simbol Syukur atas kesuburan dan panen yang melimpah,” kata Sukir.

Baca Juga: Ketua DPC Gerindra, Menyayangkan sikap Perbekel Desa Baturiti Sebut Bisa menjadi Bibit Perpecahan di Masyarakat

Sementara itu, di areal Pura Luhur Poten, umat Hindu Tengger sedang mempersiapkan berbagai sarana upacara. Mulai dari membuat penjor, menata tempat sesajen hingga mempersembahkan suguhan sebagai pertanda jika upacara sudah dimulai.

Umat Hindu yang membawa persembahan suguhan itu berasal dari berbagai desa di empat kabupaten yakni Malang, Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang.

“Ini disebut Suguhan berupa lauk-pauk, jajanan pasar, rokok dan hasil bumi seperti sayur yang dipersembahkan kepada Dewa Kusuma sebagai pertanda bahwa upacara di Pura Luhur Poten sudah dimulai,” ujar Puji Waluyo, warga Desa Wonotoro, Probolinggo.

Persembahan berupa Suguh yang berisi sayur mayur hasil bumi, lauk, jajanan dan rokok kepada Dewa Kusuma oleh masyarakat Tengger
Persembahan berupa Suguh yang berisi sayur mayur hasil bumi, lauk, jajanan dan rokok kepada Dewa Kusuma oleh masyarakat Tengger

Sementara itu, Romo Mangku Adi Santoso menjelaskan, pada Minggu (8/6) sudah dilakukan prosesi Mendak Tirta dari berbagai sumber mata air suci.

Tirta diambil dari Kawasan Widodaren, Madakaripura, Merumoyo, Ranu Pani, Sumber pitu, dan Sumber Semanik. Kemudian tirta tersebut dibawa ke Pura Luhur Poten dengan sesaji khas berupa 35 Gedang Ayu dan 35 Ajang Tamping, sesuai keputusan rapat panitia adat.

“Kami sudah mulai persiapan untuk upacara Pujawali di Pura Luhur Poten,” paparnya.

Ia menjelaskan, pada Senin (9/6), diisi dengan upacara Rakatawang, Nurunen (Mekala Hyang), dan pembejian, dengan pusat kegiatan di Sedaeng dan Kalitejo.

Baca Juga: Tertipu! Puluhan Suporter Gagal Masuk GBK Gara-Gara Gunakan ID Wartawan Palsu, Netizen: Bikin Malu

Puncak acara Piodalan jatuh pada Selasa (10/6), yang diramaikan dengan arepan sulinggih dan pemangku, serta pementasan tari-tarian sakral di Pura Luhur Poten. 

Caru Panca Sata dipersembahkan di Mororejo, diiringi oleh berbagai sarana berupa pajegan dari desa-desa sekitar seperti Ngadisari, Wonokitri, dan Tosari. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#Pura Luhur Poten #penjor #tengger #bromo #hindu #Kasodo