Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gubernur Jawa Barat Larang Pajang Foto Dirinya saat Sidak PPDB : Ada Apa?

Putu Mita Damayanti • Kamis, 12 Juni 2025 | 20:06 WIB
SIDAK: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMA Negeri 1 Cikampek.
SIDAK: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMA Negeri 1 Cikampek.

BALIEXPRESS.ID – Suasana pagi di SMA Negeri 1 Cikampek mendadak berbeda saat Gubernur Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kedatangan tanpa pemberitahuan itu langsung disambut para guru, panitia PPDB, dan calon siswa yang tengah melakukan proses pendaftaran.

Dalam sidaknya, Gubernur menyoroti berbagai hal teknis dan kebijakan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penggunaan gambar dirinya di spanduk atau baliho PPDB.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan adalah milik pemerintah, bukan perseorangan.

“Saya tidak setuju foto saya dipasang-pasang. Ini bukan kebijakan pribadi, tapi pemerintah. Cukup pakai lambang Pemprov Jabar saja,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga mengkritisi pemasangan spanduk di taman sekolah yang dinilainya merusak estetika. Ia meminta agar semua informasi dialihkan ke media digital seperti layar informasi.

“Zaman sekarang digital. Sudah ada TikTok, sudah ada media sosial. Kenapa masih pakai kertas-kertas? Saya akan belikan layar digital untuk sekolah ini,” janjinya disambut tepuk tangan.

Gubernur juga mengecek kondisi pendaftaran hari pertama.

Server yang sempat "loading" menjadi perhatian, termasuk kuota zonasi yang hanya dapat menampung 35% siswa dari wilayah terdekat. Diketahui, dari sekitar 750 peminat, hanya 138 siswa dari zonasi yang bisa tertampung di SMA Negeri 1 Cikampek.

Dalam dialog hangat dengan para calon siswa dan orang tua, Gubernur juga menekankan pentingnya kedisiplinan digital. 

Seorang anak diminta untuk menyerahkan HP-nya kepada kepala sekolah dan berjanji mengurangi penggunaan gawai.

“Kalau kamu terus main HP, saya tidak akan terima kamu di SMA ini. Pilih sekolah atau HP,” ujarnya tegas namun penuh perhatian.

Anak tersebut akhirnya memilih sekolah, dan sang ibu mendapat bantuan uang seragam dari Gubernur.

Momen haru ini menjadi sorotan dan simbol komitmen pemerintah dalam menciptakan pendidikan yang adil dan bermartabat.

Tak lupa, Gubernur juga mengingatkan pentingnya kegiatan pengisi waktu setelah ulangan seperti festival seni atau olahraga.

Jika tidak ada kegiatan, ia menyarankan sekolah meliburkan siswa agar tidak nongkrong tanpa arah.

Kunjungan mendadak ini tidak hanya menjadi evaluasi PPDB, tetapi juga menggarisbawahi nilai-nilai kedisiplinan, digitalisasi pendidikan, dan pemerataan akses sekolah di wilayah yang belum memiliki SMA negeri.

Janji pembangunan sekolah baru di Kecamatan Kota Baru pun menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#KDM #sidak #sma #gubernur jawa barat #dedi mulyadi #inspeksi mendadak