Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

VIRAL! Video Siswa SD Sawer Biduan di Acara Perpisahan Gegerkan Publik, Ada Apa Sebenarnya?

Putu Mita Damayanti • Senin, 23 Juni 2025 | 13:49 WIB

Siswa SD di Tulungagung yang tengah menyawer seorang biduan saat acara perpisahan sekolah viral di media sosial. (Foto: Instagram/@medsos_rame)
Siswa SD di Tulungagung yang tengah menyawer seorang biduan saat acara perpisahan sekolah viral di media sosial. (Foto: Instagram/@medsos_rame)

BALIEXPRESS.ID – Jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah video viral yang menampilkan sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kenayan, Tulungagung, tengah asyik berjoget dan melakukan aksi sawer biduan saat acara perpisahan kelas 6.

Kejadian tak lazim ini sontak memicu polemik publik dan perdebatan hangat di kalangan warganet.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, terlihat jelas beberapa siswa laki-laki maju ke depan kelas yang disulap layaknya panggung hiburan.

Baca Juga: Drama Dini Hari di Gilimanuk: KMP Gerbang Samudra II Kandas Misterius, Ratusan Penumpang Dievakuasi!

Mereka bernyanyi, berjoget, bahkan mengeluarkan uang untuk diberikan kepada penyanyi perempuan, persis seperti tradisi saweran dalam pertunjukan musik dewasa.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana bisa adegan ini terjadi di lingkungan pendidikan? 

Warganet Geram, Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan!

Aksi siswa SD ini langsung menuai respons keras dari warganet.

Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar, apalagi berlangsung di dalam ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat penanaman etika dan ilmu pengetahuan.

Komentar pedas pun bermunculan, menyindir kejadian ini seolah "mata pelajaran kesenian" yang baru.

Menanggapi kegaduhan yang beredar, pihak SDN 1 Kenayan akhirnya angkat bicara.

Baca Juga: Danantara Kelola Dividen BUMN Rp150 Triliun: Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Nasional

Kepala Sekolah, Admim Kholisina, menjelaskan bahwa acara pada Sabtu, 14 Juni lalu, sebenarnya adalah tasyakuran dan pelepasan siswa kelas 6.

Menurutnya, susunan acara resmi sekolah hanya meliputi prosesi pelepasan topi, balon, dan penampilan paduan suara.

Namun, fakta mengejutkan terungkap: insiden sawer terjadi setelah acara seremonial sekolah usai.

Admim membeberkan bahwa hiburan organ tunggal dan penyanyi dihadirkan secara mandiri oleh para orang tua dan wali murid, tanpa sepengetahuan dan keterlibatan pihak sekolah.

Saat itulah, beberapa siswa terekam berjoget dan menyawer biduan, hingga akhirnya video tersebut tersebar luas. 

Sekolah Mengaku Kecolongan, Komitmen Evaluasi Total

Admim Kholisina menegaskan bahwa seluruh guru telah kembali ke ruangan masing-masing setelah acara resmi sekolah berakhir, sehingga mereka tidak mengetahui secara langsung kejadian viral tersebut.

Ia juga menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas insiden ini, menekankan bahwa tindakan saweran sangat tidak pantas dilakukan oleh anak-anak, terlebih di lingkungan pendidikan.

Kejadian ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi serius.

Baca Juga: Bali Tuan Rumah ITOP Forum ke-26, Akan Kembanbkan Wisata Kebugaran Berbasis Alam dan Budaya

Tujuannya jelas: memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Lantas, bagaimana pengawasan kegiatan di sekolah akan ditingkatkan pasca-insiden ini?

Apa langkah konkret yang akan diambil untuk mencegah terulangnya kejadian yang mencoreng dunia pendidikan anak? Ikuti terus perkembangan kasus ini untuk mendapatkan informasi terbaru! ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#siswa #viral #sd #Sawer #media sosial #tulungagung