BALIEXPRESS.ID – Tiga insiden kecelakaan lalu lintas terjadi secara beruntun di wilayah Tulungagung pada Sabtu malam (28/6/2025), bertepatan dengan malam pengesahan warga baru salah satu perguruan silat.
Satu korban dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Polisi menyebut rangkaian kecelakaan ini berkaitan erat dengan aktivitas konvoi pesilat.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, dalam keterangannya pada Minggu (29/6/2025), merinci lokasi dan kronologi dari ketiga kecelakaan tersebut.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Umum Desa Boyolangu.
Sebuah sepeda motor Honda Vario bernomor polisi W 6224 NAW yang dikendarai MZ (21) dengan penumpang AIF (21) mengalami kecelakaan tunggal.
Keduanya diketahui merupakan penggembira dari kegiatan pengesahan perguruan silat.
"Diduga pengendara kehilangan kendali saat melaju, menyebabkan motor oleng dan jatuh. Korban mengalami luka ringan, sementara kerugian materi diperkirakan Rp200 ribu," jelas AKP Taufik.
Sekitar setengah jam sebelumnya, tepatnya pukul 22.00 WIB, kecelakaan lain terjadi di Jalan Umum Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo.
Insiden melibatkan sebuah mobil Toyota Calya BG 1385 FR yang dikemudikan MDP (28), dan rombongan konvoi pesilat yang menggunakan beberapa jenis motor, termasuk Honda PCX, Verza, dan CRF.
Menurut pengakuan MDP, dirinya sudah berusaha menepi saat melihat rombongan pesilat memenuhi jalan. Namun salah satu sepeda motor dari arah berlawanan menabrak bagian belakang mobilnya.
Tabrakan ini mengakibatkan satu pengendara mengalami patah tulang, dan beberapa lainnya luka ringan.
MDP sempat meninggalkan lokasi untuk mencari bantuan dari panitia acara perguruan silat.
Kecelakaan paling fatal terjadi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, sekitar pukul 21.00 WIB.
Insiden ini melibatkan sepeda motor Kawasaki KLX AG 4288 VBO yang dikendarai AEP (19) bersama penumpangnya LP (19), dan Honda Beat AG 4757 RAK yang dikemudikan END (21) dengan penumpang NK (44), warga Tegalrejo.
AEP yang merupakan bagian dari konvoi pesilat dari Desa Junjung, melambung ke jalur kanan untuk mendahului kendaraan lain, tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak terhindarkan.
Penumpang Honda Beat, NK, mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit.
Sementara pengemudi dan penumpang lainnya mengalami luka ringan.
Polisi menyatakan bahwa AEP tidak memiliki SIM C dan kini telah diamankan oleh Unit Gakkum Satlantas Tulungagung.
Menyikapi kejadian ini, AKP M. Taufik Nabila mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan berlalu lintas, terutama saat mengikuti kegiatan yang melibatkan massa besar seperti pengesahan warga baru perguruan silat.
“Kami mengimbau seluruh pengendara agar tidak ugal-ugalan di jalan, selalu gunakan helm standar, tidak membawa penumpang lebih dari satu, dan membawa kelengkapan surat kendaraan,” tegasnya.
Ia juga menyerukan pentingnya menjaga ketertiban lalu lintas demi menghindari jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna