Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngeri! Kakek Ditemukan Tewas Dalam Perut Ular Piton Sepanjang 8 Meter: Begini Kejadiannya

Putu Mita Damayanti • Senin, 7 Juli 2025 | 22:36 WIB
Tangkapan layar detik-detik penangkapan ular piton sepanjang 8 meter yang menelan lansia warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauaga, Kabupaten Buton Selatan.
Tangkapan layar detik-detik penangkapan ular piton sepanjang 8 meter yang menelan lansia warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauaga, Kabupaten Buton Selatan.

BALIEXPRESS.ID — Warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan seekor ular piton raksasa yang memangsa seorang kakek berusia 61 tahun.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025. Korban, berinisial LN, berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kebun memberi makan ayam. 

Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali. Kekhawatiran pun mulai dirasakan oleh pihak keluarga dan warga sekitar.

Keesokan harinya, warga menemukan seekor ular piton dengan panjang sekitar 8 meter di dekat area kebun korban. 

Perut ular tersebut tampak membesar secara tidak wajar. Kecurigaan pun muncul, terlebih karena korban belum juga pulang sejak sehari sebelumnya.

Warga akhirnya menangkap ular itu dan memutuskan untuk membelah perutnya.

Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan tubuh LN di dalam perut ular tersebut dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Batauga, AKP Mas’ud Gunawan, membenarkan kejadian tragis ini. “Korban terakhir terlihat pada hari Jumat saat hendak memberi pakan ayam di kebun,” ujarnya.

Video detik-detik pembelahan ular tersebut sempat direkam warga dan diunggah ke media sosial melalui akun Instagram @info.negri. 

Rekaman itu pun langsung viral dan menyita perhatian publik. Netizen ramai membagikan dan mengomentari unggahan tersebut.

Banyak netizen juga menyoroti fenomena serupa yang beberapa kali terjadi di wilayah Sulawesi. 

Sebagian menduga bahwa cuaca ekstrem, terutama musim hujan, menyebabkan ular-ular besar keluar dari habitatnya dan mencari mangsa hingga ke area permukiman.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus manusia yang menjadi korban ular piton di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi yang dikenal memiliki populasi ular liar yang tinggi. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#perut #tewas #ular piton #kakek