Diduga Saling Tatap saat Menonton Pertunjukan Kesenian, Pria Dicelurit Geng Mabuk: Begini Kejadiannya

Putu Mita Damayanti • Dipublikasikan Kamis, 10 Juli 2025 | 22:31 WIB
DIRAWAT: Muhammad Yusuf, korban pengeroyokan oleh 6 orang tak dikenal dirawat di RSUD dr Soebandi, Selasa (8/7/2025).
DIRAWAT: Muhammad Yusuf, korban pengeroyokan oleh 6 orang tak dikenal dirawat di RSUD dr Soebandi, Selasa (8/7/2025).

BALIEXPRESS.ID - Siapa sangka sekadar saling tatap bisa berujung tragedi berdarah?

Itulah yang dialami Muhammad Yusuf (33), warga Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, yang jadi korban kebrutalan enam pemuda mabuk saat menonton pertunjukan jaranan di Slawu, Selasa malam (8/7/2025).

Awalnya, Yusuf hanya ikut menikmati pentas kesenian tradisional yang biasanya penuh hiburan dan tawa. 

Namun, suasana berubah mencekam ketika sekelompok pemuda yang sedang teler menuduh Yusuf menatap mereka dengan “tatapan menantang.”

Tanpa banyak cakap, mereka langsung menyerang Yusuf secara brutal. Yusuf sempat kabur, tapi nahas, ia kembali dihajar. 

Tak cukup dengan pukulan, celurit pun ikut bicara—mengoyak punggung dan pahanya hingga bersimbah darah.

Aksi bengis itu membuat warga sekitar geger. Berkat gerak cepat Unit Reskrim Polsek Patrang dan Resmob Kota Dua Satreskrim Polres Jember, enam pelaku, termasuk satu di bawah umur, akhirnya diringkus dalam waktu kurang dari 24 jam. 

Polisi juga mengamankan celurit berlumuran darah yang jadi alat kejahatan. Kini, para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Mereka dijerat pasal pengeroyokan, penganiayaan berat, hingga percobaan pembunuhan. Ancaman hukumannya? Di atas lima tahun penjara!

Sementara itu, Yusuf masih berjuang memulihkan luka fisik dan trauma di RSUD dr Soebandi.

Kasus ini menjadi tamparan keras bahwa mabuk dan geng jalanan bisa mengubah sebuah tatapan menjadi nyawa yang hampir melayang. (*)

Editor : Nyoman Suarna
Sumber : Radar Jember
geng celurit mabuk Tatap