BALIEXPRESS.ID – Misteri kematian Brigadir Muhammad Nurhadi di sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok Utara, terus menjadi sorotan publik.
Fakta-fakta baru terungkap seiring pengakuan salah satu tersangka, Misri Puspita Sari, yang kini menjadi kunci utama dalam penyidikan kasus ini.
Dalam pernyataan yang disampaikan kuasa hukumnya, Yan Mangandar Putra, Misri membeberkan kronologi detail detik-detik sebelum Brigadir Nurhadi ditemukan tewas. Pengakuan tersebut tertuang dalam dokumen Aliansi Reformasi Polri untuk Masyarakat NTB.
Misri mengaku mendapat ajakan dari Kompol I Made Yogi Purusa Utama, mantan Kasat Reskrim Polresta Mataram, untuk menemaninya liburan ke Gili Trawangan dengan bayaran Rp10 juta. Ajakan itu disampaikan melalui pesan Instagram dan WhatsApp.
Namun, liburan itu berubah menjadi pesta narkoba yang melibatkan dua anggota polisi aktif dan dua perempuan pendamping.
Brigadir Nurhadi akhirnya ditemukan tewas misterius di kolam vila, dan hasil forensik menyebut penyebab kematian adalah cekikan, bukan tenggelam biasa.
Kronologi Kematian Brigadir Nurhadi Berdasarkan Pengakuan Misri Puspita
Selasa, 15 April 2025
- Misri dihubungi oleh Kompol Yogi, diajak ke Gili Trawangan dengan imbalan Rp10 juta.
- Tiba di Lombok naik speedboat, dijemput oleh Brigadir Nurhadi.
- Rombongan (Yogi, Nurhadi, Ipda Haris Candra, Misri, dan Putri) menuju Gili Trawangan.
- Dalam perjalanan, Misri dan Putri mengonsumsi ekstasi (inex) dan Riklona, obat penenang yang disediakan Yogi. Mereka juga membawa tequila.
Pukul 15.30 WITA
- Tiba di Gili Trawangan. Yogi dan Misri menginap di Vila Tekek – The Beach House. Haris, Putri, dan Nurhadi di Hotel Natya.
Pukul 16.30 WITA
- Semua berkumpul di Vila Tekek. Mereka minum alkohol, konsumsi narkotika dan obat penenang sambil berendam di kolam.
- Brigadir Nurhadi sempat mencium Putri, dan ditegur oleh Misri.
Baca Juga: PPPK R3/R4 Tanpa “L” Akan Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu, Pemkab Buleleng Anggarkan Rp11 Miliar
Pukul 16.50 – 18.20 WITA
- Nurhadi disuruh beli minuman keras, lalu kembali dan minta tambahan ekstasi ke Yogi.
- Haris dan Putri kembali ke hotel. Yogi tertidur, Misri bermain HP, Nurhadi masih di kolam.
Pukul 18.20 – 19.55 WITA
- Haris sempat dua kali kembali ke vila dan sempat masuk kolam sambil video call.
- Misri sempat merekan Nurhadi yang masih hidup di kolam.
Pukul 20.00 WITA
- Misri mandi selama 20 menit, lalu duduk bersama Yogi di teras.
- Ia sempat minta Haris dan Putri kembali ke vila.
Pukul 21.00 WITA
- Misri mendekati kolam dan menemukan tubuh Nurhadi tergeletak di dasar kolam.
- Ia berteriak, Yogi segera melompat ke kolam mencoba menolong.
Pukul 21.05 – 21.15 WITA
- Haris tiba dan menelepon bantuan.
- Dokter dari Warna Medika datang, namun Nurhadi dinyatakan meninggal dunia.
Setelah Kejadian
- Haris meminta Misri masuk kamar, lalu menyadari semua barangnya sudah dikemas.
- Misri diantar ke Hotel Natya, tempat Putri menginap.
Jumat, 18 April 2025
- Kompol Yogi mentransfer Rp10 juta ke rekening Misri, sesuai “kesepakatan” awal.
Salah satu bukti penting dalam kasus ini adalah rekaman video terakhir Nurhadi yang dibuat Misri, menunjukkan korban masih hidup di kolam sebelum akhirnya ditemukan meninggal.
Tim forensik memastikan penyebab kematian adalah cekikan, bukan karena tenggelam biasa, memperkuat dugaan adanya kekerasan sebelum kematian.
Kini, Kompol Yogi, Ipda Haris Chandra, dan Misri Puspita Sari telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara sosok lain yang turut hadir dalam pesta, termasuk Melanie Putri, masih berstatus saksi.
Polda NTB terus mendalami kasus ini dengan dukungan ahli forensik dan 18 saksi kunci. Publik menanti akhir dari tragedi yang melibatkan narkoba, pengkhianatan, dan kematian misterius ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna