BALIEXPRESS.ID – Warga Dusun/Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan mayat seorang pemuda dalam kondisi mengenaskan.
Jasadnya sudah membusuk dan tergantung di pohon, di tengah area tegalan yang jauh dari permukiman.
Penemuan itu terjadi pada Minggu (13/7) lalu, saat seorang petani lanjut usia hendak memanen talas di kebun miliknya.
Saat menyusuri lahan, ia dikejutkan dengan sosok yang tergantung di dahan pohon dan langsung pulang dalam keadaan ketakutan. Saking takutnya, ia menyembunyikan penemuan itu selama dua hari.
“Baru Selasa pagi (15/7) dia cerita ke saudaranya karena tidak bisa tidur terus-menerus. Akhirnya kami cek ke lokasi,” ujar Kepala Dusun Jatiduwur, Mu’adi, Selasa (15/7).
Setibanya di lokasi bersama sejumlah warga, Mu’adi membenarkan adanya jasad tergantung tersebut.
Kondisinya sudah sangat mengenaskan, sebagian tubuhnya telah menjadi kerangka. Lokasi penemuan juga berada di area sepi, sekitar 500 meter dari permukiman warga.
“Sudah membusuk dan bagian tubuhnya sudah tinggal tulang. Mungkin sudah berminggu-minggu di sana,” tambahnya.
Dari hasil identifikasi awal, jasad tersebut diduga kuat adalah PS (25), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan menghilang.
Identitas korban diketahui dari tas yang tertinggal di atas dahan pohon. Di dalam tas tersebut, ditemukan sebuah foto dan catatan nomor telepon yang mengarah ke kakeknya.
“Kakeknya datang ke lokasi dan membenarkan bahwa itu cucunya. Korban memang sudah sebulan tidak pulang,” jelas Mu’adi.
Informasi dari keluarga menyebut, PS sempat mengalami tekanan batin usai putus cinta. Setelah kejadian itu, ia memilih pergi dari rumah sejak 17 Juni 2025.
Kapolsek Kesamben Iptu Niswan saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tergantung tersebut. Namun, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian.
“Benar ada penemuan mayat dalam kondisi tergantung dan sudah penuh belatung. Tapi kami belum bisa memastikan apakah ini kasus bunuh diri. Masih menunggu hasil visum,” kata Niswan.
Saat ini, jenazah PS telah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk kepentingan visum dan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga dan saksi di lokasi. (*)
Editor : Nyoman Suarna