BALIEXPRESS.ID – Kericuhan pecah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (17/7), akibat antrean panjang kendaraan yang menunggu penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Kekesalan puluhan sopir truk yang telah mengantre lebih dari 24 jam memuncak hingga berujung adu jotos dengan petugas keamanan pelabuhan.
Aksi adu jotos terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di pintu masuk Dermaga Landing Craft Machine (LCM) Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Salah satu satpam dilaporkan sempat dipukul di bagian wajah oleh sopir yang tak kuasa menahan emosi.
“Tiba-tiba sudah ribut, ada yang teriak-teriak dan satpam dipukul,” ujar Janoko, sopir truk asal Lumajang.
Situasi makin panas saat salah satu sopir yang disebut provokator diamankan. Bukannya tenang, ia malah melawan hingga memicu kemarahan sopir lain. Untung saja, aparat TNI AL yang berjaga cepat bertindak dan melerai sebelum situasi berubah jadi bentrokan besar.
Kemacetan parah telah melanda jalur menuju Pelabuhan ASDP Ketapang sejak Rabu (16/7). Penyebabnya, berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi karena inspeksi keselamatan pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Dari total 54 kapal yang diperiksa, sebanyak 15 kapal dinyatakan tidak laik laut, membuat antrean kendaraan mengular hingga 7 kilometer lebih, bahkan mencapai kawasan Grand Watudodol (GWD), Desa Bangsring, Wongsorejo.
Para sopir dan penumpang mengeluh kelelahan karena harus bertahan di kendaraan dengan pergerakan lalu lintas yang nyaris tak bergerak.
Mengantisipasi situasi makin kacau, Polresta Banyuwangi menurunkan 50 personel untuk mengurai kepadatan. Skema buffer zone diterapkan di sejumlah titik strategis, termasuk Terminal Sri Tanjung, Lapangan Bangsring, dan Pelabuhan Tanjung Wangi.
“Kendaraan besar kita alihkan ke Dermaga Bulusan dan Terminal Sri Tanjung,” ujar Kasatlantas Kompol Elang Prasetyo.
Selain itu, pos penjualan tiket resmi juga disiapkan di zona buffer guna mencegah pembelian tiket liar yang memperparah kemacetan. Kendaraan dari Jember dan pusat kota dialihkan melalui lingkar Ketapang, tepatnya di dekat SPBU Farly.
Setelah dilakukan evaluasi ulang, sebanyak 6 kapal tambahan dinyatakan laik laut, sehingga kini total 45 kapal kembali beroperasi di lintas Ketapang–Gilimanuk.
Meski arus mulai membaik, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan petugas pelabuhan tetap siaga mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan. (*)
Editor : Nyoman Suarna