BALIEXPRESS.ID – Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi L 1737 ZT mengalami kecelakaan tragis setelah terjun ke jurang di jalur Pacet–Cangar, tepatnya di wilayah Desa/Kecamatan Pacet, Senin (28/7).
Dari enam penumpang yang berada di dalam mobil, satu orang dinyatakan meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit, sementara lima lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Proses evakuasi kendaraan dari dasar jurang berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari tiga jam.
Mobil berhasil diangkat ke permukaan sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan alat katrol secara manual.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kabar duka datang dari RSUD Sumberglagah Pacet. Rendi Maha Saputra (28), salah satu korban kecelakaan, meninggal dunia akibat luka berat di kepala yang dideritanya.
Rendi sempat mendapat penanganan medis intensif, namun nyawanya tidak tertolong.
"Pasien atas nama Rendi mengalami gegar otak ringan, dislokasi pinggul, serta patah tulang di bagian dahi. Saat dalam perawatan, korban meninggal dunia sekitar pukul 16.30," ungkap Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Sumberglagah, dr. Praviko Rahmadho.
Selain Rendi, korban lain yang mengalami luka cukup serius adalah Bima Rachmad (28), yang juga terindikasi mengalami gegar otak ringan serta luka pada dahi.
Sementara empat korban lainnya Hendy Yoga Pratama (26), Ervin Zanuar Arif (26), Dairobi (33), dan M. Firmansyah (23) hanya mengalami luka lecet dan diperkirakan bisa langsung dipulangkan pada hari yang sama.
"Untuk empat pasien dengan luka ringan telah ditangani dan bisa kembali ke rumah. Sedangkan Bima masih dalam observasi lebih lanjut karena ada indikasi cedera kepala," tambah dr. Viko.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun evakuasi korban dan kendaraan sudah selesai dilakukan. Kondisi mobil tampak mengalami kerusakan berat akibat jatuh ke jurang. (*)
Editor : Nyoman Suarna