Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pelajar SMK Jadi Korban Modus Tabrak Lari, Motor Beat Deluxe Raib Pelaku

Putu Mita Damayanti • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 13:44 WIB
Ilustrasi  perampasan motor.
Ilustrasi perampasan motor.

BALIEXPRESS.ID- Aksi penipuan bermodus tuduhan tabrak lari kembali terjadi di Surabaya.

Kali ini, korbannya adalah HN ,17, seorang pelajar SMK asal Bulak Rukem Timur.

Motor Honda Beat Deluxe miliknya raib setelah diperdaya oleh dua pelaku di kawasan Jalan Ngemplak, Jumat (1/8/2025).

Menurut keterangan HN, saat itu ia sedang berangkat sekolah dengan temannya, R, mengendarai motor.

Ketika melintasi Jalan Ngemplak, keduanya tiba-tiba dihampiri dua orang pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX hitam tanpa pelat nomor.

Pelaku langsung menuduh HN dan temannya sebagai pelaku penabrakan terhadap adik salah satu dari mereka.

Mereka mengaku mendapat ciri-ciri pelaku yang mirip dengan HN dan R.

"Saya langsung disuruh turun di Jalan Wijaya Kusuma. Setelah itu saya diajak naik motor pelaku bertiga, katanya mau ketemu sama adiknya yang saya tuduh tabrak," ungkap HN.

Namun, sesampainya di depan SMAN 5 Surabaya, HN diturunkan begitu saja.

Sementara temannya R diminta menunggu di lokasi sebelumnya bersama motor milik HN. 

Salah satu pelaku beralasan hendak menjemput adiknya untuk dikonfrontasikan dengan HN.

Beberapa menit kemudian, HN baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah diajak bicara oleh seorang tukang parkir yang curiga dengan gelagatnya. 

Tukang parkir tersebut langsung mengantar HN kembali ke Jalan Wijaya Kusuma untuk mencari temannya.

Saat tiba di lokasi, motor Honda Beat milik HN sudah tidak ada. Sementara R tampak linglung dan diduga ikut menjadi korban hipnotis atau gendam dari pelaku.

HN menyebutkan ciri-ciri pelaku, salah satunya berbadan kekar dan satu lagi berperawakan gemuk. 

Mereka mengenakan celana berbeda satu pendek, satu panjang dan hanya satu di antaranya yang memakai helm. Tak satupun mengenakan masker.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Genteng pada Kamis sore. Pihak kepolisian membenarkan laporan tersebut.

"Benar, korban sudah melapor. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya.

Pihak berwajib mengimbau masyarakat, terutama pelajar dan pengguna jalan, untuk selalu waspada terhadap modus penipuan dengan dalih kecelakaan atau tuduhan tabrak lari. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#penipuan #surabaya #pelajar smk